EXPONTT.COM – RK (13) seorang siswa kelas 1 salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Kupang, NTT menjadi korban kebejatan ayah kandungnya.
RK dirudapaksa ayahnya RBK (38) yang sehari-hari bekerja sebagai penjual ikan.
Aksi pencabulan anak dibawah umur tersebut terjadi pada Minggu 5 Desember 2021 dirumah pelaku yang juga rumah korban.
Ibu korban atau sang istri pelaku sudah sebulan belum kembali ke Kupang karena masih berada di Rote Ndao untuk urusan keluarga.
Jadi sudah sebulan pelaku tinggal dengan keenam anaknya termasuk korban.
Baca juga: Kecewa, Keluarga Astri dan Lael Minta Polisi Jerat Pelaku Dengan Pasal Pembunuhan Berencana
Kronologi
Di Polsek Kelapa Lima Minggu Minggu, 5 Desember 2021 malam, korban mengaku kalau sejak Sabtu, 4 Desember 2021 malam, pelaku ikut pesta di rumah tetangga.
Minggu, 5 Desember 2021 pagi, pelaku pulang dalam keadaan mabuk karena konsumsi minuman keras di tempat pesta.
Saat sampai di rumah pelaku mendapati korban baru bangun tidur.
Baca juga: Kasus Pembunuhan Ibu dan Bayi, Kapolda NTT Minta Pihak Tertentu Jangan Cari Popularitas
Pelaku kemudian menyuruh korban untuk pergi ke pasar.
Namun sebelum ke pasar, pelaku menyuruh korban masuk ke dalam rumah dan setelah itu pelaku langsung mengunci pintu rumah. Setelah itu pelaku mengajak ngobrol.
Pelaku kemudian mengeluarkan handphone dan memutar video porno dari handphone pelaku dan menunjukan kepada korban.
Setelah itu pelaku langsung mencabuli korban dan menyetubuhinya.
Baca juga: Daftar Drakor Rating Tertinggi di Pekan Pertama Bulan Desember 2021
Korban tidak bisa melawan karena sosok yang selama ini dianggapnya menjadi pelindung malah mengancamnya.
Saat pelaku menyetubuhi korban, salah satu kakak korban curiga sehingga mengetuk pintu kamar dan pelaku pun menghentikan aksinya.
Korban pun keluar dari kamar dan menceritakan kepada kakak nya dan kepada kerabat ibu mereka yang tinggal tidak jauh dari rumah mereka.
Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi di Polsek Kelapa Lima.
Baca juga: Sudah Tetapkan Randy Sebagai Tersangka, Polisi Belum Ungkap Motif Pembunuhan Astri dan Lael
Polisi pun langsung mengamankan pelaku yang masih tidur di rumahnya.
Korban sudah menjalani visum di rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.
♦kumparan.com








