Program Pemkot Kupang “Top Ranger” Dilirik Tim SIAP SIAGA dan Australia

Sekda Kota Kupang, Jeffry Pelt saat menyambut kehadiran Perwakilan Duta Besar Australia di Kupang, Selasa, 21 April 2026 / foto: ist

EXPONTT.COM, KUPANG – Program Pemerintah Kota Kupang “Top Ranger” mencuri perhatian Tim Program SIAP SIAGA dan Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia.

Program Top Ranger merupakan akronim dari Transportasi Online Peduli Relawan Penanggulangan Bencana. Program yang awalnya dibentuk Pemkot Kupang menggandeng para pengemudi taksi online dan pengendara ojek online ini diinisiasi oleh Kepala Pelalsana BPBD Kota Kupang, Ernest Ludji sejak tahun 2025 lalu.

Dirancang sebagai sistem respons cepat berbasis masyarakat, mengintegrasikan teknologi, penguatan SOP, serta keterlibatan warga dalam menghadapi situasi darurat.

Dalam pertemuan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Pelt dan Tim Program SIAP SIAGA bersama perwakilan Kedutaan Besar Australia, Selasa, 21 April 2026, Top Ranger disebut Tim Program SIAP SIAGA sebagai inovasi yang tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga memiliki peluang besar untuk direplikasi di daerah lain, bahkan lintas negara.

Baca juga:  PPPK yang Mau Cerai Harus Izin Wali Kota Kupang

Team Leader Program SIAP SIAGA, Lucy Dickinson menyampaikan apresiasinya atas konsistensi Pemerintah Kota Kupang dalam membangun kesiapsiagaan bencana sejak tahun 2020.

“Kota Kupang selalu menghadirkan ide-ide baru dan inovasi yang menarik. Ini bukan hanya bermanfaat untuk daerah ini, tetapi juga bisa menjadi pembelajaran bagi tempat lain,” ujarnya.

Baca juga:  DJPb: Kinerja Fiskal Pemkot Kupang Terbaik se-Bali Nusra

Sementara itu, Program Officer Kedutaan Besar Australia, Iyik Putri menegaskan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur, termasuk Kota Kupang, menjadi salah satu wilayah prioritas dalam kemitraan Indonesia–Australia, dengan fokus pada penguatan ketangguhan masyarakat di berbagai sektor.

Sekda Kota Kupang, Jeffry Pelt, menegaskan bahwa lahirnya inovasi seperti “Top Ranger” tidak terlepas dari tekanan nyata yang dihadapi daerah akibat perubahan iklim dan pengalaman bencana sebelumnya. “Kita dihadapkan pada kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi. Situasi ini memaksa kita untuk tidak biasa-biasa saja. Kita harus berinovasi, membangun sistem yang cepat, adaptif, dan melibatkan masyarakat,” tegasnya.

Baca juga:  Muscab PKB Kota Kupang, 8 Nama Masuk Calon Ketua

Ia menambahkan, “Top Ranger” akan terus dikembangkan, tidak hanya sebagai sistem tanggap darurat, tetapi juga sebagai platform layanan yang lebih luas, termasuk distribusi logistik dan dukungan sosial bagi masyarakat terdampak.

“Kita tidak ingin inovasi ini berhenti. Kita bangun pola dasarnya, kita standarkan, lalu kita kembangkan untuk berbagai kebutuhan. Ini bisa menjadi solusi lintas sektor,” jelasnya.

Sekda juga mengajak masyarakat dan sektor swasta untuk mengambil bagian dalam membangun budaya kesiapsiagaan, mengingat pengalaman bencana telah menunjukkan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama.(*)