Selesaikan Refarming Frekuensi 2,1 GHz, IOH Pastikan Pelanggan Nikmati Pengalaman Internet yang Lebih Cepat

Refarming: Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) telah menyelesaikan penataan ulang atau refarming pita frekuensi radio 2,1 GHz untuk memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik, bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI dan operator lainnya. Refarming dilakukan untuk membuat alokasi frekuensi yang sebelumnya terpisah menjadi berdekatan (contiguous) untuk mendukung IOH dalam memberikan pengalaman internet yang lebih cepat bagi pelanggannya (dok: IOH)

EXPONTT.COM – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) telah menyelesaikan penataan ulang atau refarming pita frekuensi radio 2,1 GHz untuk memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik, bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI dan operator lainnya.

Refarming dilakukan untuk membuat alokasi frekuensi yang sebelumnya terpisah menjadi berdekatan (contiguous) untuk mendukung IOH dalam memberikan pengalaman internet yang lebih cepat bagi pelanggannya.

Manfaat lainnya adalah untuk mengatasi kebutuhan lalu lintas data yang tinggi di masa depan dengan koneksi yang lebih stabil, dan memaksimalkan spektrum frekuensi yang ada.

Baca juga:  Langgar Kode Etik, Brigpol YM Resmi Dipecat dari Polres Rote Ndao

Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Desmond Cheung, mengatakan “Kami menyampaikan terima kasih kepada Kemenkominfo dan seluruh operator yang telah bersama menyelesaikan proses refarming ini. Proses tersebut merupakan bagian dari proyek integrasi jaringan IOH untuk memenuhi komitmen merger dalam meningkatkan kualitas jaringan yang lebih baik di Indonesia. Kami yakin pengalaman digital pelanggan akan semakin baik dan membuka berbagai potensi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.”

Baca juga: Japarmen Manalu Kepala OJK NTT, Ditantang LSM IIK Lakukan Uji Materi Terkait Kebenaran Rekayasa Laporan Keuangan Bank NTT Tahun 2020

IOH telah menyelesaikan seluruh kewajibannya dalam periode 1 Desember 2022 hingga 7 Februari 2023 lalu yang telah diagendakan Kominfo. Penetapan pita yang berdampingan (contiguous) pada pita frekuensi radio 2,1 GHz ini merupakan bagian dari integrasi jaringan yang dilakukan oleh IOH secara bertahap untuk memberikan pengalaman telekomunikasi digital pelanggan IM3
maupun Tri yang lebih baik lagi.

Baca juga:  MTQ ke-8 Tingkat Kabupaten Nagekeo Digelar di Mbay, Enam Kecamatan Ambil Bagian

Klaster refarming yang berhasil diselesaikan dari sisi timur Indonesia mencakup provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Adapun untuk klaster bagian barat Indonesia mencakup wilayah Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Refarming yang telah dilakukan ini akan berpengaruh pada peningkatan pengguna 4G IOH dan berkontribusi pada peningkatan lalu lintas Data.

Baca juga:  Sempat Terancam Putus Sekolah, Murid MIS di Nagekeo Dapat Beasiswa Yayasan Sieben Aehren Jerman

“Refarming merupakan salah satu upaya mendorong efisiensi pemanfaatan frekuensi untuk kualitas layanan pita lebar (broadband) Indonesia yang lebih baik. Kami akan terus melanjutkan komitmen kami untuk memberikan pengalaman yang mengesankan (marvelous experience) kepada seluruh pelanggan dan stakeholder IOH,” tutup Desmond.(*)

Ikuti berita dari EXPONTT.com di Google News

Baca juga: Harga Cabai di NTT Tembus Rp 160 ribu per Kg, Kadisperindag Minta Masyarakat Tidak Konsumsi Cabai