Oleh : Aster Bili Bora
Dappa Bulu (61 tahun) kini anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya dari Fraksi Gerindra, hasil pemilihan 14 Februari 2024 dari Dapil III yang mencakupi Kecamatan Wewewa Selatan dan Wewewa Barat. Sepintas melihat postur tubuhnya yang ganteng, awet muda, murah senyum, dan selalu tampil rapi nan bersih, tidak salah jika orang berkesimpulan bahwa Dappa Bulu dari keluarga kaya, berpengaruh, dan berpendidikan tinggi. Setelah ditelusuri dari dekat dan sesuai pengakuannya sendiri, ternyata ia anak petani sangat sederhana dari wilayah Rara, Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
Terpilihnya Dappa Bulu dalam pemilu 2024 tidak luput dari sorotan publik. Dipertanyakan berapa besar modalnya sehingga Dappa Bulu menang. Pertanyaan demikian tidak salah, karena memang biaya politik di era multi partai bukan sedikit, harus ada isi tas.
Modal Dappa Bulu hingga menang dalam setiap pertarungan semata-mata kepercayaan, bukan uang. Kesetiaan dan kejujuran dalam pekerjaan menjadi modal rakyat percaya, katanya.
Dengan modal setia Dappa Bulu memulai kariernya dari rumah kumuh berlantai tanah dan beratap sirap bambu ukuran 24 meter persegi. Awal mula sebagai tenaga awam selama 25 tahun pada salah satu gereja di Rara, kemudian terpilih menjadi Kaur Desa Weri Lolo.
Dengan modal kepercayaan yang makin terlihat baik, maka pada tahun 2016 Dappa Bulu dipaksa maju calon kepala desa Weri Lolo. Luar biasa, rakyat yang suka maju tidak pakai politik uang. Tanpa sepeser uang, Dappa Bulu menang dan terpilih jadi Kepala Desa Weri Lolo periode 2016/2021. Begitu pula dalam pemilu 2024 hanya dengan modal kepercayaan masyarakat, Dappa Bulu menangkan pertarungan dengan tas kosong.
Anggota dewan yang terhormat ini begitu dekat dengan rakyat, bukan karena tendensi pencitraan. Memang dari lahir watak dasarnya senang menyatu dengan masyarakat, terutama kelompok kecil tak berdaya. Misalnya, setiap kali ada kematian, apa di wilayah Rara sendiri atau di wilayah Tanahmaringi dan Ede, muka Dappa Bulu kelihatan selalu di sana. Tidak peduli diundang atau tidak, ada pembawaan atau pergi dengan tangan kosong, karena yang baginya, yang terpenting adalah: tunjukkan muka pada sesama teman derita dan ikut berbela rasa.
Walaupun dengan penghasilan dua puluhan juta setelah jadi dewan Dappa Bulu tidak mau tampil beda. Dappa Bulu yang dulu dan yang sekarang tetap sama: murah senyum, ramah menyapa, dan terus menyatu dengan siapa saja tanpa gaya membeda-bedakan orang, dan demi rakyat ia berjuang tanpa henti dan tanpa takut.
Dalam perjumpaan yang kebetulan di acara pemakaman salah satu keluarga di desa Weri Lolo, 18 April 2026 Dappa Bulu mengurai kisah panjangnya berjuang demi kepentingan rakyat Wewewa Selatan. Misalnya, dalam hal pembentukan kader, ia keliling dari kampung ke kampung dan dari kelompok ke kelompok menawarkan peluang jadi TNI dan polisi di masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Syukur puji Tuhan, katanya, terhitung April 2026 Wilayah Rara telah memiliki Tentara 28 orang, Polisi 5 orang, dan Brimob 1 orang, dengan rincian: desa Weri Lolo 13 TNI dan 2 polisi; desa Buru Kaghu 7 TNI, 3 polisi, 1 Brimob, desa Milla Ate 6 TNI, dan desa Weebaghe 2 orang TNI.
Selain giat dalam kaderisasi, Dappa Bulu lebih fokus lagi memperhatikan dan memperjuangkan ketersediaan infrastruktur di dapilnya. Jalan depan Kecamatan Wewewa Selatan yang terhubung ke desa Wali Ate, Kecamatan Wewewa Barat sudah beberapa kali diusulkan dalam rapat bersama Bupati. Usulan tersebut sudah dicatat dan dipastikan akan dikerjakan pada tahun anggaran 2025/2026. Kita yakin sebagai program prioritas, dan tidak akan dipindahkan ke tempat lain, karena Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla tidak memiliki watak pendendam dalam ruang politik. Bagi Ibu Ratu, kata Dappa Bulu, perbedaan pilihan dalam Pilkada telah selesai dan sekarang saatnya duduk bersama untuk merumuskan dan memutuskan apa dan bagaimana membangun desa dan menata kota demi SBD maju dan sejahtera.
Tambolaka, 18 April 2026
Aster Bili Bora








