EXPONTT.COM, MBAY – Proyek pembangunan penggantian fasilitas Pelabuhan Maropokot di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, resmi dimulai dengan kegiatan pemancangan tiang pertama pada Senin, 20 April 2026.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, bersama sejumlah unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
Proyek ini merupakan bagian dari skema multi years contract (MYC) Tahun Anggaran 2025–2026 dengan total anggaran sebesar Rp 91 miliar yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Maropokot di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Dalam sambutannya, Bupati Simplisius Donatus menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mengawal proyek strategis tersebut agar dapat selesai tepat waktu.
“Semua elemen harus merasa bertanggung jawab
untuk mengawal proyek ini agar berjalan lancar dan selesai sesuai target,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses menghadirkan proyek pembangunan pelabuhan tersebut tidaklah mudah. Pemerintah daerah bersama UPP Maropokot telah melakukan berbagai upaya koordinasi, termasuk beberapa kali berkunjung ke Kementerian Perhubungan di Jakarta.
“Ini merupakan hasil perjuangan bersama. Dukungan dari semua pihak sangat menentukan hingga proyek ini bisa terlaksana,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Nagekeo, Yohanes Siga, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di daerah.
Menurutnya, keberadaan Pelabuhan Maropokot memiliki nilai strategis karena letak Kota Mbay berada di tengah Pulau Flores dan memiliki potensi konektivitas maritim yang besar.
“Pelabuhan Maropokot akan memperkuat konektivitas antarwilayah, membuka akses pasar, serta menurunkan biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan utama,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama ini aktivitas pelabuhan belum berjalan maksimal akibat keterbatasan fasilitas. Dengan pembangunan ini, diharapkan mobilitas barang dan jasa ke wilayah Nagekeo dapat meningkat secara signifikan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan dan anggota DPRD Nagekeo dari Daerah Pemilihan I, unsur Forkopimda Ngada–Nagekeo, perwakilan Kejaksaan Tinggi NTT, Sekretaris Daerah Nagekeo, unsur TNI dari Batalion TP 834 Mbay, serta sejumlah undangan lainnya.
Pembangunan Pelabuhan Maropokot diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat konektivitas wilayah di kawasan Flores dan sekitarnya.(***)








