Kisah Gadis 9 Tahun Selamat dari Banjir Bandang di Lembata, Kaki Kanan Harus Diamputasi Dua Kali

Julie Laiskodat mengunjungi Nona Lou di RSUD Lewoleba (VN)

Saat banjir bandang datang, Mikael dan keluarga (istri dan ketiga anaknya) tengah tidur lelap.

Mereka baru tersadar ketika sudah terseret hingga pantai. Mikael berupaya mencari istri dan ketiga anaknya sambil terus berteriak memanggil nama si bungsu, Nona Lou.

Nona Lou dan sang kakak Mercy yang tertimbun lumpur dan terjepit batang kayu menjawab panggilan sang ayah.

Mendengar sahutan itu, Mikael pun bergegas mendekati sumber suara. Nona Lou pun berhasil dikeluarkan dari tumpukan material banjir dan dievakuasi ke rumah sakit pada pagi harinya.

Sementara sang kakak, Mercy terlambat ditolong dan sempat dinyatakan hilang beberapa hari.

Selain Nona Lou, kakak sulungnya pun selamat, demikian pula sang mama, Paulina Palang.

Setelah berhasil dievakuasi, Paulina langsung diterbangkan dengan helikopter ke RSUD Larantuka, Kabupaten Flores Timur untuk mendapatkan perawatan dikarenakan mengalami penyempitan saraf yang cukup parah.

Sedangkan Aptiluanus yang juga ditemukan dalam lumpur dengan luka cukup parah di sekujur tubuhnya ditemukan selamat .

Mercy ditemukan beberapa hari pasca bencana

Dikunjungi Julie Laiskodat

Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat bersama Uskup Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung, Pr dan didampingi Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur menjenguk Yulianita Kristina Lou, anak berusia 9 tahun dari desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, yang sedang dirawat di RSUD Lewoleba, Senin 19 April 2021.

Kehadiran Julie Sutrisno Laiskodat merupakan permintaan banyak pihak. Sebelum Bunda Julie tiba di Lewoleba, saya sudah dihubungi Fince Bataona, relawan Forum Peduli Kesejahteraan Difabel dan Keluarga Kabupaten Lembata.

Berulang kali ia meminta bantuan saya agar Bunda Julie berkenan menjenguk Nona Lou.

Ia bahkan sampai menghubungi anggota DPRD NTT Alexander Take Ofong untuk meminta agar Bunda Julie menyempatkan waktu menjenguk Nona Lou.

Fince Bataona sangat berharap agar Nona Lou bisa dirujuk ke Kupang untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.

“Ade (Adik) tolong (bantu) dulu. Rumah sakit kita pung berat le, lima hari lalu amputasi lalu infeksi lagi jadi harus amputasi kedua. Itu artinya perawatan pada amputasi pertama tidak bagus. Kalau begitu kita mau harap sampe pasang kaki palsu ni bagaimana? Anak umur 9 tahun. Masa depannya masih panjang,” kata Fince Bataona.