Gabriel Kennenbudi Mundur Dari Calon Ketua IMI NTT, Ternyata Ini Penyebabnya

Gabriel Kennenbudi saat menyatakan dirinya mundur dari pencalonan Ketua IMI NTT / foto: Gorby Rumung

Guntur Polin Koordinator Forum Gerakan Perubahan IMI NTT, menyebut hasil Musprov yang secara aklamasi menyatakan Gavriel Putranto Novanto sebagai Ketua IMI NTT itu tidak sah karena sejumlah tim telah meninggalkan sidang dan membuat kuorum tidak terpenuhi.

“Ada delapan klub yang walk-out, kalau yang hadir dalam sidang berada dibawah 13 klub, maka keputusan tidak sah, karena sudah tidak memenuhi kuorum,” kata Guntur yang juga Ketua Klub GRT64.

Baca juga:  Sempat Terancam Putus Sekolah, Murid MIS di Nagekeo Dapat Beasiswa Yayasan Sieben Aehren Jerman

Selain itu Guntur juga menyesali pimpinan sidang yang selalu menjegal interupsi dari sejumlah tim saat sidang. Dirinya menyebut musprov IMI NTT telah diseting untuk menguntungkan pihak tertentu. “Hal-hal ini yang membuat delapan tim walk-out,” tambahnya.

Baca juga: Kadis PUPR NTT Berkarya Bagus

Banyak Tim Tak Punya Hak Suara

Guntur Polin dalam keteranganya menyebut, 47 tim yang tergabung dalam Forum Gerakan Perubahan IMI NTT telah terdaftar di IMI.

Baca juga:  MTQ ke-8 Tingkat Kabupaten Nagekeo Digelar di Mbay, Enam Kecamatan Ambil Bagian

“Hanya saja mekanisme untuk punya hak suara harus ada bintang empat, sedangkan bintang empat itu prosesnya semua ada di admin IMI Provinsi NTT dan diupload ke pusat dan pusat yang keluarkan,” jelas Guntur.

Mantan pembalap yang aktif di tahun 1998 hingga 2018 itu menegaskan, pihaknya meminta ruang untuk bisa ikut memilih ketua IMI NTT, karena para klub itu juga merupakan anggota IMI sejak lama dan aktif dalam kegiatan otomotif di NTT.

Baca juga:  Langgar Kode Etik, Brigpol YM Resmi Dipecat dari Polres Rote Ndao

Dirinya juga menyesalkan IMI NTT yang tidak pernah mensosialisikan tentang aplikasi Gaspoll kepada para klub.

“Ini kan masih baru (aplikasi Gaspoll) jadi klub-klub tidak tahu ada tentang sampai bintang empat,” pungkas mantan pembalap dari tim tertua di Kupang, Agojas itu. ♦gor

Ikuti berita dari EXPONTT.com di Google News

Baca juga: Gereja Merayakan Pesta Santo Fransiskus Xaverius, Imam Dan Pelindung Misi