Gabriel Kennenbudi Mundur Dari Calon Ketua IMI NTT, Ternyata Ini Penyebabnya

Gabriel Kennenbudi saat menyatakan dirinya mundur dari pencalonan Ketua IMI NTT / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Gabriel Kennenbudi menyatakan mengundurkan diri dari pemilihan Ketua IMI NTT masa bakti 2022-2026, hal tersebut ia sampaikan saat Sidang Paripurna Musprov IMI NTT tengah digelar di Hotel Sahid T-More, Kota Kupang, 3 Desember 2022.

Pernyataan itu disampaikan Gabriel Kennenbudi disaat sidang paripurna sedang berjalan. Saat itu, Ketua IMI NTT, Tellendmark Daud sedang membacakan laporan dari masa jabatannya. Direktur Kawasan Industri Bolok (KIB) yang saat itu berada di luar ruang sidang masuk dan menyatakan dirinya mengundurkan diri dari pencalonan Ketua IMI NTT.

“Ketua yang terhormat, saya melihat Musprov ini sudah tidak sesuai, saya menyatakan diri mundur,” ucapnya dihadapan sidang.

Keputusan Gabriel Kennenbudi itu membuat pimpinan sidang paripurna menetapkan Gavriel Putranto Novanto secara aklamasi terpilih memimpin IMI NTT masa bakti 2022-2026.

Baca juga:Penjabat Wali Kota Gandeng Grab Tangani Stunting di Kota Kupang

Dalam wawancaranya, Gabriel Kennenbudi menilai, Musprov yang dilaksanakan oleh IMI NTT tidak sesuai dengan AD/ART Musprov.

“Kami menilai Musprov ini sudah disetting dan tidak sesuai dengan AD/ART IMI,” katanya.

Gabriel Kennenbudi / foto: Gorby Rumung

Untuk itu, lanjut Kennenbudi, pihaknya akan melakukan upaya-upaya hukum terkait musprov IMI NTT yang disebutnya tidak legal.

“Yang jelas kami tidak akan tinggal diam, kami akan menuntut hak-hak para klub dan menuntut musprov ini karena tidak sesuai dengan AD/ART dan musprov ini tidak legal. Hal ini akan kami laporkan ke KONI NTT dan kami berani melangkah lebih jauh membawa hal ini ke ranah hukum, saya tidak akan tinggal diam, karena hak para klub dan hak peserta yang sudah dilecehkan,” kata Gabriel.

Baca juga:Ketua IMI NTT Sebut Musprov Tetap Dilaksanakan Sesuai Jadwal

Sejumlah Klub Kecewa

Ketua Klub Motor Garuda Timor, Neni Rais, yang terlebih dahulu walk-out dari ruang sidang musprov, menyebut Musprov IMI NTT ini terlalu dipaksakan dan dilakukan hanya untuk menguntungkan pihak tertentu.

“Sangat dipaksakan dengan klub-klub yang sebenarnya tidak memiliki hak untuk memilih karena usia keanggotaannya belum satu tahun,” sebutnya.

Ia menjelaskan, anggota yang memiliki hak suara didalam Musprov IMI sesuai dengan AD/ART haruslah anggota yang telah setahun dan telah diperpanjang keanggotaannya.

Neni menyebut, pihaknya bersama klub-klub yang tidak terakomodir di Musprov akan melakukan upaya hukum.

Baca juga:Telah di Bangun 2.650 Km Ruas Jalan Propinsi NTT

“Kami akan lakukan mosi tidak percaya terhadap musprov ini yang berjalan tidak sesuai peraturan yang berlaku,” sebutnya.

Selain itu, lanjut Neni, sebelum Musprov seharus dilakukan Rapat Koordinasi Provinsi (Rakerprov) terlebih dahulu. “Rakerprov tidak pernah diadakan, itu karena IMI NTT selama ini tidak berjalan, tidak pernah ada pembinaan terhadap klub, tidak pernah ada pendaftaran klub,” jelasnya.

Menurut Neni, IMI NTT selama ini menutup di diri dari para klub yang ingin mendaftar.

“IMI sebagai orangtua seharusnya menjenguk klub-klub untuk mendaftarkan, tapi ini kan tidak, kemudian anggap klub-klub itu tidak mendaftar, ini kan lucu, mereka menyembunyikan, mempersulit pendaftaran. Klub-klub yang 16 itu yang baru mendaftar tiba-tiba sudah punya hak untuk memilih, ini kan kita jadi tanda tanya, ada setingan apa disini?” pungkasnya.