Gubernur Minta AIPI Desain Model Politik Khas NTT

Gubernur Minta AIPI Desain Model Politik Khas NTT

EXPONTT. COM – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Provinsi NTT untuk menemukan konstruksi dan model politik khas NTT. Karena konteks sosial politik NTT memiliki keunikan tersendiri.

“Prinsip politik adalah untuk kesejahteraan. Kekuasaan itu sebagai alat. Itu prinsip dasarnya di situ. Tidak ada politik untuk menuju kehancuran. Saya berharap teman-teman bisa mensuplai sebuah konsep tentang politik yang khas NTT yang dapat mendorong kesejahteraan. Politik itu khan adalah sebuah upaya untuk menuju kesejahteraan. Kira-kira hambatan politik pemerintahan di mana dan penyelesaian seperti apa yang dibutuhkan. Itu yang saya harapkan dari teman-teman AIPI,” kata Gubernur VBL saat menerima pengurus AIPI Provinsi NTT di ruang kerja Gubernur, Rabu 8 Februari 2023.

Baca juga:  MTQ ke-8 Tingkat Kabupaten Nagekeo Digelar di Mbay, Enam Kecamatan Ambil Bagian

Menurut Gubernur, AIPI harus mampu merumuskan dan mendesain politik khas NTT. Model realitas masyarakat sosial politik macam mana yang terdapat dan sesuai konteks di NTT.

Baca juga:Corputy: Dibalik Pujian Semu Sejumlah Oknum Karena Mendapat Kemudahan dari Bank NTT

“Kita punya kendala besar karena politik kita masih dalam politik prosedural dan belum masuk ke subtansi yang sebenarnya dari politik. Politisi kita masih banyak yang belum memahami masalah dan menemukan jalan keluar. NTT itu sesuatu yang berbeda dan sangat unik. Suku bangsanya begitu banyak. Mempersatukannya tidak mungkin dalam suku bangsa, bahasa dan agama. Bukan lagi pada politik identitas,” kata Gubernur VBL.

Baca juga:  Sempat Terancam Putus Sekolah, Murid MIS di Nagekeo Dapat Beasiswa Yayasan Sieben Aehren Jerman

Lebih lanjut Gubernur menjelaskan moral psikologis masyarakatlah yang harus diperhatikan dalam politik yakni yang menindas dan tertindas, merdeka dan terbelakang, curang dan tidak curang, baik dan benar. Desain politik tidak boleh lagi terjebak lagi pada usaha untuk menyalahkan kelompok tertentu serta hanya membangun kelompok tertentu lainnya.

Baca juga:  Penipuan Online Makin Marak, OJK Ingatkan Waspada di Media Sosial

“Pemimpin lokal harus punya pengetahuan luas dan pemahaman yang baik terutama potensi-potensi daerahnya sehingga mampu menciptakan kebijakan-kebijakan politik yang tepat. Menjadi pemimpin, networkingnya harus banyak. Tidak boleh garis kenalnya hanya garis partai politik, tokoh agama, lingkup intelektual di NTT dan garis pemerintahan di atas, tapi harus diperluas. Bukan juga hanya bergantung pada pengelolaan APBD semata,”kata Gubernur VBL.