EXPONTT.COM, KUPANG – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV menargetkan 100 desa di 13 kabupaten di NTT menjadi lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan (Gentaskin) tahun 2026.
Di tahun 2025 program ini menyasar sejumlah desa di tiga kabupaten yakni, Kabupaten Kupang, Sumba Barat Daya dan TTS yang merupakan daerah dengan prevelansi stunting tertinggi di NTT. Lebih dari 300 peserta dari berbagai perguruan tinggi di NTT terjun langsung ke desa-desa.
Kepala LLDIKTI XV, Prof. Adrianus Amheka, menjelaskan penambahan tersebut dilakukan karena ada lebih banyak perguruan tinggi yang antusias untuk ikut dalam gerakan penanganan stunting termasuk perguruan tinggi dari luar NTT.
“Ada sejumlah universitas di Jawa Timur seperti Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Brawijaya dan Ciputra akan bergabung,” jelasnya.
Diperkiran KKN Tematik Gentaskin tahun 2026 akan diikuti oleh lebih dari 2.000 mahasiswa.
Prof. Amheka optimis LLDIKTI XV bersama perguruan tinggi bakal kembali meningkatkan jumlah sasaran daerah KKN Gentaskin di tahun 2027 yang berfokus pada masalah sosial yang lebih banyak, tidak hanya terkait stunting dan kemiskinan ekstrem.
“Di tahun depan kami akan tingkatkan kapasitas kita, untuk menjangkau lebih banyak di 22 kabupaten/kota di NTT,” ungkapnya.
Prof. Adrianus Amaheka menyebut kehadiran mahasiswa KKN mungkin tak langsung menurunkan angka stunting secara signifikan di NTT, namun yang terpenting melalui kehadiran dunia pendidikan tinggi dapat mengisi sekat-sekat yang dan secara mengakar dan memberikan pengetahuan bagi masyararkat.
“Hadirnya KKN Gentaskin dapat berdampak, memberikan sedikit pengetahuan bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Adrianus Amheka menyebut, program Gentaskin juga mendapat dukungan Kemendiktisaintek yang telah menyurati seluruh perguruan tinggi se-Indonesia untuk bergabung masuk ke KKN Gentaskin di NTT.
KKN Tematik Gentaskin merupakan program inisiatif LLDIKTI XV yang mulai dilaksanakan tahun 2025 lalu. Program ini berfokus pada pendekatan kolaboratif di desa-desa, termasuk perbaikan sanitasi, kebun gizi dan intervensi kesehatan.
Program ini pada tahun 2025 mendapat respon positif dari para kepala daerah dan juga lebih banyak perguruan tinggi dari dalam dan luar NTT yang ingin terlibat dalam pengentasan stunting dan kemiskinan di NTT.
Untuk mengakses informasi terkait KKN Tematik Gentaskin di silontar.lldikti.or.id.♦gor








