Harga BBM di Daerah Kepulauan Labuan Bajo Tinggi, Nelayan Berhenti Melaut

Ilustrasi kapal nelayan

EXPONTT.COM – Para nelayan di Pulau Mesah, Desa Pasir Putih, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, berhenti melaut pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Melansir kompas.com, harga BBM di lokasi tersebut terpaut jauh di atas harga yang ditentukan pemerintah. Seperti yang diketahui pemerintah menetapkan harga BBM untuk Solar subsidi sebesar Rp 6.800 per liter dan Pertalite Rp 10.000 per liter.

Namun harga BBM jenis Solar bersubsidi di Pulau Mesah mencapai Rp.12.500 per liter. Sementara Pertalite dijual dengan harga Rp 15.000 per liter.

WT (45) seorang nelayan di Pulau Mesah menyebut, para nelayan merasa heran dengan harga penjualan BBM di kepulauan yang sangat mahal.

Baca juga:Klasemen Grup El Tari Memorial Cup 2022 Lembata, 8 Tim Sudah Lolos ke Fase Gugur

“Sejak pemerintah menetapkan harga BBM naik, di mana dalam akhir pekan ini harga solar subsidi di sini kami beli mencapai Rp 12.500 per liter di kios dan itu pun kami setengah mati untuk bisa beli karena terlalu mahal. Kami tidak mampu. Jadinya kami tidak bisa melaut,” kata WT, Kamis 15 September 2022.

Menurutnya, banyak nelayan di desa tersebut tidak melakukan kegiatan melaut karena tidak sanggup membeli Solar.

“Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM ini membuat kami masyarakat tambah susah. Harga di lapangan ini tinggi sekali,” ujarnya dengan kesal.

Dirinya berharap pemerintah bisa membuat kebijakan terkait harga BBM eceran.

Baca juga:Anak Kepala Desa di Ende Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kebun Warga

“Kami berharap kepada pemerintah agar memperhatikan apa yang kami alami saat ini. Mungkin bisa atur juga harga BBM yang dijual eceran,” imbuhnya.