Trend Prevalensi balita stunting berdasarkan e – PPGBM Periode Agustus 2021, Kabupaten Nagekeo di Bawah Kepemimpinan Bupati dr.Johanes Don Bosco Do, M.Kes dan Wabup Marianus Waja, S.H berhasil gemilang menekan turun angka stunting dari 13.8 % di Tahun 2020 ke 9.2 % di Tahun 2021 itu artinya Prevalensi stunting Nagekeo turun 4.6 % berbanding tahun lalu, ini adalah Trend Positiv yang terus naik bagi Nagekeo dalam upaya pencegahan dan pengendalian MIMPI BURUK BAGI GENERASI EMAS ( STUNTING ) di Daerah.
Penurunan persentase angka stunting di Kabupaten Nagekeo yang relatif cukup besar di bandingkan dengan Kabupaten / Kota lain di NTT tentu melalui strategi serta metode yang baik dan tepat oleh Pemerintah Daerah bersama berbagai pihak termasuk mitra swasta dengan kerja Keras – kerja Nyata – kerja Cerdas – kerja Tulus dalam spirit TO,O JOGHO WAGA SAMA / Gotong – Royong.
Gayung bersambut dengan Visi Misi Bupati Nagekeo periode 2018 – 2023 yang menjadikan pertanian dan Pariwisata sebagai sektor unggulan, sehingga program – program kerja berkorelasi positiv dengan metode gerakan penanganan stunting Pemda Nagekeo dari HULU ( Masyarakat cukup pangan – pemenuhan nutrizi tercukupi – air bersih cukup – mampu memenuhi kebutuhan hidup – pendekatan pelayanan kesehatan dll ).
Program – program Kerja yang ada di implementasikan juga dari Desa hingga Kota melalui gerakan MEMBANGUN DESA :
1. Mewujudkan Desa sehat ( air bersih – dapur layak – MCK layak – lingkungan bersih ).
2. Desa cukup pangan
3. Desa makmur ( selain palawija masyarakat di dorong untuk beternak, nelayan untuk pemenuhan kebutuhan protein Hewani ).
Sementara gerakan MEMBANGUN KOTA yang dampak positivnya turut mensupport pencegahan dini stunting di antaranya :
1. Kota ramah anak
2. Kota ramah perempuan
3. Kota sadar sampah, dll
4. Perbaikan dan peningkatan sarana air bersih.
Bupati Nagekeo dr.Johanes Don Bosco Do, M.Kes dan Wabup Marianus Waja, S.H sangat serius memerangi stunting melalui penataan dari Hulu dengan gerakan – gerakan di sektor pertanian untuk mempersiapkan ketersediaan pangan yang selalu cukup – bergizi – seimbang dan aman bagi remaja calon ibu, bagi ibu hamil dan calon bayi sejak dari kandungan.
Baca juga:Wagub NTT Hadiri Perayaan Pesta Perak Romo Frederikus
Tahun 2020 melaui Dinas Pertanian Nagekeo Pemda Nagekeo mengadakan benih padi inpari Nutrizing melalui pusat penangkaran benih di irigasi Mbay untuk kemudian di kembangkan di wilayah kecamatan lain untuk menjaga ketersediaan pangan bergizi khusus untuk pencegahan dan penanggulangan stunting dan terbukti gerakan ini berhasil menekan turun angka stunting di Nagekeo.








