NAGEKEO Versus STUNTING

Revitalisasi Posyandu dari setiap Desa / Kelurahan juga menjadi langkah strategis yang di jalankan Pemda Nagekeo dengan SDM yang ada untuk menekan stunting, di setiap Posyandu selalu ada Nakes dan kader posyandu yang rutin melakukan kiat – kiat serta upaya untuk pencegahan stunting sesuai standar yang ada.

Di setiap posyandu selalu ada pemberian Makanan tambahan, dll yang mendukung ibu hamil dan bayi sejak dini.
Membangun sarana infrastruktur pusat pelayanan kesehatan di Desa / kelurahan, wilayah kecamatan hingga perbatasan antar wilayah kabupaten untuk mendekatkan akses pelayanan terhadap Masyarakat terus jadi prioritas Pemerintah Nagekeo dari waktu ke waktu, begitupun dengan keseriusan Pemimpin Nagekeo dalam mendekatkan pelayanan air bersih hinggga ke rumah – rumah warga terus di lakukan setiap tahun, gerakan – gerakan itu berbanding lurus dengan dampak positiv terhadap penurunan angka stunting di Kabupaten Nagekeo.

Baca juga:  MTQ ke-8 Tingkat Kabupaten Nagekeo Digelar di Mbay, Enam Kecamatan Ambil Bagian

Di era Bupati dr.Johanes Don Bosco Do,M.Kes optimalisasi lahan pekarangan melalui gerakan Kawasan Rumah Pangan Lestari di setiap wilayah Nagekeo baik lewat program Dinas pangan maupun lewat sentuhan TP.PKK Nagekeo terus di dorong untuk menjamin ketersediaan keberagaman pangan termasuk dari jenis Hortikultura yang juga sangat penting sebagai penyuplai asupan gizi yang terjamin keamanan pangannya bagi remaja calon ibu – bagi ibu hamil dan bagi bayi / balita.

Baca juga:Jonas Salean Kecewa, Walikota : “Beta Sonde Tau Sama Sekali”

TP. PKK Nagekeo yang di komandoi oleh Nyi.Eduarda Yayik Pawitra Gati juga berkomitmen penuh untuk terus berjuang menekan angka stunting di Nagekeo lewat gerakan berbasis pertanian, tanaman pangan, peternakan, perhatian terhadap gizi ibu hamil / anak, edukasi bagi remaja calon ibu sejak dini tentang dampak stunting dan lain – lain yang bisa mendukung upaya bersama terhadap perang melawan stunting serta menaikan pendapatan masyarakat melalui sentuhan pemberdayaan ekonomi industri kecil menengah.

Baca juga:  Sempat Terancam Putus Sekolah, Murid MIS di Nagekeo Dapat Beasiswa Yayasan Sieben Aehren Jerman

Semua komponen perlu terus bergandengan tangan untuk terus bergerak meredam stunting dengan gerakan nyata dari hulu hingga Hilir, sehingga tahun 2022 nanti persentase stunting di Kabupaten Nagekeo bisa turun hingga ke level aman. ♦