Festival One Be Nagekeo Dorong UMKM dan Geliat Ekonomi Kerakyatan

Festival One Be Nagekeo / foto: ist

EXPONTT.COM, MBAY – Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Pariwisata terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dengan menggelar Festival One Be Nagekeo, 22 hingga 24 Oktober 2025 lalu.

Festival One Be Nagekeo merupakan kegiatan yang memadukan festival budaya, kuliner, dan pariwisata. Kegiatan ini terbukti memberi dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah tersebut.

Dua kali penyelenggaraan Festival One Be menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor kuliner. Festival yang kerap dipusatkan di Lapangan Berdikari Mbay ini menyuguhkan beragam kuliner lokal, seni tari tradisional Nagekeo, hingga tinju adat (Mbela/Etu) yang menjadi ikon budaya Kabupaten Nagekeo.

Baca juga:  Dinas PUPR NTT Selesaikan 46 Kilometer Jalan di Tahun 2025

Pantauan ExpoNTT di lokasi kegiatan memperlihatkan antusiasme tinggi masyarakat. Selain pameran produk lokal, festival ini juga diisi pertunjukan budaya, lokakarya keterampilan, serta berbagai hiburan yang menambah semarak suasana.

Salah satu pelaku UMKM, Kalsum Abdullah, warga Kelurahan Mbay I, mengaku merasakan langsung manfaat ekonomi dari Festival One Be.
“Iya om, meskipun saya hanya jual gorengan dan kopi, semalam bisa dapat sekitar Rp700 ribu sampai Rp800 ribu. Saya mulai buka stand dari jam empat sore. Semoga tahun depan bisa buka lagi,” ungkap Kalsum, beberapa waktu lalu.

Ketua DPRD Nagekeo, Shafar Laga Rema, saat ditemui ExpoNTT menyampaikan dukungan penuh agar kegiatan tersebut dimasukkan dalam agenda rutin dinas terkait dan digelar setiap tahun.

Baca juga:  Ketua DPRD NTT: Sekda Terpilih Harus Bisa Kerja Sama

Menurutnya, festival ini tidak hanya memberi ruang bagi pelaku UMKM, tetapi juga menarik minat generasi muda yang memiliki kreativitas dan talenta untuk belajar menjadi pengusaha.
“Mulailah dari yang kecil, lama-lama menjadi bukit. Sebagai anggota legislatif tentunya sangat mendukung program pemerintah yang pro masyarakat. Kegiatan ini,selain wadah bagi mereka yang ingin berjualan, juga menarik minat para kawula muda yang ingin berusaha. Contohnya seperti di taman kota,sudah ada geliatnya,” ujarnya Rabu 17 Desember 2025 di ruang kerjanya.

Baca juga:  114 Tenaga Medis RSUD S.K. Lerik Kupang Diperiksa Jaksa

Sejalan dengan harapan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo, Silvester Teda Sada, menegaskan bahwa Festival One Be akan diagendakan sebagai program tahunan.
“Festival One Be merupakan pilihan strategis untuk meningkatkan kunjungan wisata, termasuk wisata minat khusus seperti MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions). Selain itu, festival ini juga menjadi media untuk menumbuhkan ekonomi kreatif masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, dukungan moril dan material dari berbagai pihak—baik pemerintah, swasta, BUMN, BUMD, maupun komunitas adat—sangat dibutuhkan demi keberlanjutan festival.

“Pengalaman membuktikan bahwa dampak terbesar dari sebuah event justru dirasakan oleh pelaku usaha mikro dan kecil. Program kerakyatan seperti ini sangat didambakan UMKM,” pungkasnya.(***)