Gubernur VBL Sebut Kuota Haji untuk NTT Diisi Warga Daerah Lain

gubernur ntt
Gubernur NTT Viktor Laiskodat, saat membuka acara sosialiasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia (RAN PASTI), yang digelar di Hotel Aston Kupang, Jumat 4 Maret 2022 /foto: kompas.com

EXPONTT.COM – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTT untuk membenahi secara serius terkait dugaan kuota haji asal NTT yang dipakai oleh jemaah haji dari daerah lain.

Hal tersebut ia katakan usai dirinya mendapatkan laporan dari salah satu ketua kloter jemaah haji asal NTT, bahwa banyakjemaah haji asal NTT tidak bisa berbahasa Indonesia, sehingga berbicara pun menggunakan bahasa yang tak dimengerti.

Selain itu, ditemukan juga kiriman koper kosong dari Kupang yang diambil di Surabaya.

Baca juga:Tak Terima Diusir dari Rumah, Pria di Belu Tombak Istri Hingga Sekarat

“Banyak jemaah haji di NTT yang naik pesawat dari Surabaya. Pak Kakanwil, tolong cek hal ini secara serius. Hal-hal begini harus kita bersihkan dan benahi,” kata Viktor saat menerima Kakanwil Kementerian Agama NTT dan jajarannya di ruang kerjanya, Kupang, Kamis 18 Agustus 2022, dikutip dari kompas.com.

Menurut VBL, sebenarnya hal ini tidak menjadi masalah jika calon haji itu memang merupakan warga dari daerah lain yang sudah menetap lama dan mencari nafkah di NTT, karena mereka juga turut membangun ekonomi di NTT.

Baca juga:  Penipuan Online Makin Marak, OJK Ingatkan Waspada di Media Sosial

Namun akan menjadi masalah jika calon jemaah dari daerah lain hanya menumpang dan mengambil jatah kuota haji asal NTT.

Baca juga:Gara-gara Eks Narapidana Narkotika, Imigrasi Atambua Tolak Warga Timor Leste Masuk Indonesia

“Kuota kita sudah sangat terbatas, dan banyak masyarakat kita yang sudah kumpulkan uang bertahun-tahun untuk pergi naik haji. Tolong sampaikan hal ini kepada Menteri dan Dirjen yang urus hal ini supaya diperhatikan secara serius,” tuturnya.

Baca juga:  Langgar Kode Etik, Brigpol YM Resmi Dipecat dari Polres Rote Ndao

Viktor menambahkan, penetapan kuota dan syarat-syarat calon haji memang menjadi tanggung jawab dan wewenang pemerintah pusat.

Namun Kemenag diminta harus aktif melakukan verifikasi, sehingga tidak hanya berpatokan pada pemenuhan syarat administrasi.

Baca juga:7 Jam Pengejaran, Pelaku Pembacokan Mertua di Alor Ditangkap Polisi Saat Bersembunyi di Balik Batu

“Saya minta Pak Kakanwil untuk berkoordinasi dengan pemerintah Kota Kupang dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil, untuk lakukan verifikasi faktual di lapangan. Cek KTP-nya dan tinggal di mana di Kota Kupang. Ini jadi dasar laporan dan bukti kita ke Menteri Agama,” ujarnya.

Baca juga:  Ajak Semua Etnis Bersatu, Christian Widodo Dorong FPK NTT Jadi Motor Harmoni di Kupang

Viktor Laiskodat mengaku akan membicarakan hal ini dengan Presiden Joko Widodo, sehingga kuota NTT tidak diisi oleh calon haji dari provinsi lain.

“Jangan orang dari daerah lain yang ambil jatah kuota dari NTT,” tambahnya.

Baca juga: Dituduh Sebagai Penyebab Batalnya Pernikahan Pasangan di Atambua, Mama Besar Buka Suara