EXPONTT.COM, KUPANG – Produk sofa mama-mama yang tergabung dalam Kelompok Ecofun BS di Kelurahan Nunbaun Sabu (NBS), Kota Kupang, bakal di pasarkan di NTT Mart.
Produk sofa tersebut bahkan menarik perhatian Gubernur NTT, Melki Laka Lena untuk dipasarkan di NTT mart, pasalnya sofa tersebut dibuat dari bahan sampah plastik.
Pemprov NTT melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) yang menjalankan Program One Vilage One Product (OVOP) juga telah memberikan bantuan alat produksi kepada kelompok mama-mama tersebut sehingga nantinya sofa yang diproduksi dapat dipasarkan di NTT Mart.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, saat menyerahkan bantuan alat produksi, Jumat, 27 Februari 2026, mengaku sangat terkesan dengan langkah dari para mama-mama di NBS. Dirinya bahkan langsung memesan tiga set.
Tak hanya gubernur, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dan Bupati Kupang, Yos Lede juga memesan masing-masing dua set.
Menurutnya langkah dari Kelompok Ecofun BS sejalan dengan Program OVOP yang memang dirancang sebagai bagian dari strategi kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten dan kota untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi telah mengalokasikan total anggaran sebesar Rp20 miliar, dengan skema dukungan rata-rata Rp20 juta untuk setiap desa atau kelurahan, yang difokuskan pada lahirnya satu produk akhir unggulan sebagai identitas lokal.
“Kita ingin memastikan setiap desa dan kelurahan memiliki produk unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat,” katanya.
Melki Laka Lena berharap langkah yang dilakukan mama-mama di NBS bisa menjadi sebagai salah satu percontohan OVOP di Kota Kupang dengan produk yang kreatif, inovatif, dan ramah lingkungan.
Wali Kota menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT merupakan bukti nyata kehadiran dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat hingga ke tingkat kelurahan dan desa.
“Terima kasih Bapak Gubernur beserta jajaran. Kami menerima bantuan ini sebagai bukti bahwa pemerintah hadir dan peduli. Bahkan bukan hanya bantuan alat, kelompok juga mendapat pelatihan keterampilan, termasuk pelatihan cara menjual yang baik dan digital marketing. Ini luar biasa,” ujar Christian Widodo.
Ia menilai Program OVOP membawa pesan kuat bahwa setiap kampung memiliki potensi, setiap lorong memiliki harapan dan setiap warga memiliki kesempatan untuk bertumbuh.
Persoalan sampah plastik yang selama ini menjadi tantangan lingkungan, menurutnya, kini dapat dilihat dari perspektif baru sebagai sumber nilai tambah dan peluang ekonomi.
“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, kami memberikan apresiasi tinggi. Di setiap keterbatasan ada jalan keluar, di setiap hambatan ada peluang. Sampah yang menjadi masalah hari ini bisa menjadi produk bernilai,” tegasnya.♦gor








