Sebuah “Drama” Tak Elok dimata rakyat Kota Kupang sampai Perusahan Ilegal

Adi Talli bertengkar dengan Januar Daly usai sidang

♦ Sidang Banggar DPRD Kota Kupang dengan PD Pasar, PDAM dan PD Sasando

EXPONTT.COM – DPRD Kota Kupang pada Jumat 25 Juni 2021 menggelar sidang Badan Anggaran atau Banggar dengan mitra kerja diantaranya PD Pasar yang dipimpin Dirutnya Ardi Kalelena, Dirut PDAM John Otemoesoe, dan Dirut PD Sasando yang di wakil Asisten II Januar Daly juga merapkan sebagai Plt Sekda. Sidang berjalan semacam drama yang kurang elok ditoton dan seakan sidang tak benar-benar pro rakyat yang sedang membutuhkan perhatian pemerintan dan legislatif.

Pantauan expontt.com, sidang pertama dengan Dirut PD Pasar Ardi Kalelena, hanya dihadiri 4 anggota dewan. Dipimpin Wakil Ketua II Christian Baitanu dan didamping Wakil Ketua II Padron Paulus. Pertanyaan demi pertanyaan oleh pimpinan sidang maupun anggota Banggar, belum dijawab serius oleh Ardi Kalelena. Yang dibacakan Ardi Kalelena hanya berup lembaran kertas lepas tulis tangan. ”Kami akan siapkan lebih rinci dan kami akan serahkan di dewan yang terhormat,” jawab Ardi mantan anggota DPRD Kota Kupang dan DPRD NTT ini.

Baca juga:  NasDem NTT Sampaikan Pernyataan Sikap Tanggapi “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”

Permintaan anggota DPRD Yoseph Dogon dari Fraksi Golkar pun agar Ardi Kalelena memaparkan neraca rugi laba perusahaan pun tak mampu dijelaskan. Halnya permintaan tentang kondisi pasar dalam kota Kupang yang semrawaut dan sejumlah bangunan pasar yang terlantar tak mampu dijelaskan. Permintaan DPRD NTT agar wajah pasar dalam Kota Kupang harus modern karena ibukota propinsi hanya dijawab Ardi bahwa rencana bangun pasar modern di Pasar Oebobo.

Baca juga:  Gubernur NTT Periksa Pajak dan Kelaikan Kendaraan Dinas

Demikian soal kebersihan dan parkir dalam pasar, seperti dijelaskan Ardi belum pula direncanakan dengan baik dan profesional. Kecuali dijelaskan bahwa pengeluaran mencapai Rp 2,6 miliar dan saldo hingga saat ini, hanya Rp 200 Juta.Belanja pegawai,kata Ardi capai Rp 1,6 Miliar, pajak Rp 11 Juta dan biaya BPJS Rp 121 Juta.Untuk biaya penyusutan Rp 119 Juta. Dan salah satu program selama Ardi Kalelena memimpin memberhentikan 7 karyawan akibat covid-19. Dan merencanakan target untuk PAD tahun 2021 senilai Rp 200 Juta. Belum diketahui langkah kedepan untuk program, visi dan misi PD Pasar Kota Kupang.

PDAM Hanya 5 Menit

Johanis Ottemoesoe
Baca juga:  Gubernur NTT Periksa Pajak dan Kelaikan Kendaraan Dinas

Dengar pendapat dengan Dirut PDAM Kota Kupang John Oetoemoesoe pada Jumat 25 Juni 2021 tercatat sebagai sidang paling cepat hanya berangsung sekitar 5-10 menit. Entah kenapa anggota dewan tidak bertanya dan diam seribu bahasa. Dijelaskan Oetemosoe. Ketua Fraksi Golkar Yos Dogon kepada expontt.com menejelaskan, ”Dari dulu-dulu kita sudah tanya banyak tentang pengelolaan air bersih di Kota Kupang, tetapi jawaban itu-itu saja. Pelayanan air bersih untuk warga Kota Kupang tidak juga beres, juga air tanah yang dibor masyarakat dimana-mana, pengelolaan air dualisme oleh PDAM Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, maupun pelayanan air bersih dengan mobil tangki. Pak wartawan sudah tau to tanya langsung ke Dirut PDAM.”