Jokowi Buka Suara Terkait Rencana Kenaikan Harga Pertalite dan Solar

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

EXPONTT.COM – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.

Menurut Presiden, kebijakan kenaikan harga Pertalite dan Solar ini harus dikalkulasikan dan diputuskan dengan hati-hati.

“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak, jadi semuanya harus diputuskan dengan hati-hati, dikalkulasikan dampaknya. Jangan sampai dampaknya menurunkan daya beli rakyat, menurunkan konsumsi rumah tangga,” kata Jokowi usai menghadiri acara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa, 23 Agustus 2022, mengutip tempo.co.

Baca juga:Profil George Hadjoh Plt Wali Kota Kupang Hingga 2024

Jokowi memerintahkan jajarannya untuk menghitung secara cermat dan akurat terkait rencana menaikan harga Pertalite.

Baca juga:  NasDem NTT Sampaikan Pernyataan Sikap Tanggapi “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”

Pemerintah juga akan memitigasi dampak dari perubahan harga BBM terhadap laju inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga:  NasDem NTT Sampaikan Pernyataan Sikap Tanggapi “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”

“Semuanya saya suruh menghitung betul, hitung betul, sebelum diputuskan,” ujar presiden 2 periode itu.

Sebelumnya, pemerintah memberikan sinyal kenaikan harga BBM bersubsidi akibat anggaran subsidi dan kompensasi energi membengkak sampai Rp 502 triliun.

Baca juga:Kronologi Pria di Sumba Timur Cabuli Siswi SMA di Dalam Kelas, Pelaku Sudah Sering Beraksi

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, saat ini pemerintah sedang menyusun skema penyesuaian harga sebelum akhirnya diputuskan oleh Presiden Jokowi.

Baca juga:  NasDem NTT Sampaikan Pernyataan Sikap Tanggapi “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”

“Pemerintah masih menghitung skenario penyesuaian subsidi dan kompensasi energi dengan memperhatikan dampak terhadap masyarakat,” kata Luhut, Minggu, 21 Agustus 2022.

Luhut juga mengungkapkan, dalam menentukan harga baru Pertalite pemerintah perlu mempertimbangkan beberapa faktor seperti tingkat inflasi, kondisi fiskal, dan juga pemulihan ekonomi.

Baca juga: Kilas Balik Kasus Pembunuhan Astri dan Lael, Kisah Cinta Segitiga Berakhir Tragis