EXPONTT.COM, KUPANG – Pemerintah Kota Kupang secara resmi mendeklarasikan Pemilihan Umum (Pemilu) Damai 2024, bersama Forkopimda, Pimpinan Partai Politik, KPU, Bawaslu dan Komitmen Netralitas ASN Lingkup Kota Kupang, Rabu, 17 Januari 2024.
Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy Funay, mengatakan, pemilu damai merupakan tanggung jawab seluruh lapisan elemen masyarakat untuk mendorong agar terwujudnya pesta demokrasi yang damai dan aman.
“Deklarasi ini bukan sekedar seremonial semata, tapi menjadi wujud komitmen dan integritas dalam menjaga serta menciptakan ketenteraman dan kerukunan selama proses Pemilu. Tujuan dari deklarasi ini adalah untuk mewujudkan pemilu 2024 yang demokratis dan damai berasaskan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” kata Fahren dalam sambutannya.

Baca juga: Kejari Kota Kupang Janji Berkas Perkara Marten Konay Cs P21 Sebelum Masa Tahanan Selesai
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Kupang, Andi Dwina Isfani yang ikut dalam deklarasi mengatakan, demi mewujudkan pemilu langsung yang umum, bebas, rahasia jujur dan adil, dirinya mengapresiasi langkah Pemkot Kupang dalam menghadapi Pemilu 2024.
“Kita harapkan dengan deklarasi pemilu damai oleh Pemkot Kupang kita bisa mencapai politik riang gembira,” ungkapnya.
Dengan antusias masyarakat yang tinggi dalam Pemilu 2024 ini, menurutnya diwaktu yang bersamaan membuat hubungan antara masyarakat menjadi rentan bentrok karena berbeda pendapat dan pilihan.
Baca juga: Aksi Aliansi Peduli Kemanusiaan di Depan Kejari Kota Kupang Ricuh
Dwina menyebut, hoaks, politik uang dan isu suku ras agama dan antargolonagan (SARA) merupakan tiga hal yang membuat pemilu damai tak bisa terwujud.
Untuk itu dirinya berharap setiap masyarakat tidak langsung mempercayai informasi dari media sosial. “Jangan telan bulat-bulat, cari tahu juga dari sumber lain juga,” imbuhnya.
Terkait politik uang, dirinya percaya pemilih di pemilu 2024 sudah mengetahui betul apa dampak politik uang kedepanbya. “Kita terima uang bisa nikmati hari ini, tapi ketika sudah menjabat, lima tahun kedepan kita mau sampaikan aspirasi saja susah,” tutur Dwina.
Baca juga: Terbukti Selewengkan Uang Retribusi, 3 Pejabat Bapenda Kota Kupang Terancam Sanksi Berat
Lebih lanjut, Caleg DPRD Provinsi NTT Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Kupang ini menyebut, tantangan lain yang membuat pemilu rentan bentrok adalah fanatisme pemilih terhadap figur pilihannya. Untuk itu, Dwina berharap agar para pemilih bisa menerima sisi positif dan negatif dari setiap figur pilihannya.
“Fanatik boleh, tapi setiap figur memiliki kelebihan dan kekurangan. Jangan berperang hanya karena berbeda pilihan, siapapun berhak punya pilihannya,” pungkasnya.♦gor
Baca juga: Baomong Non Stop Rilis Reels Series “14 Februari”, Kampanye Politik Ala Anak Muda








