Anggota DPRD Kota Kupang Akui Sering Dapat “Anak Titipan” di Momen PPDB

Gedung DPRD Kota Kupang / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek mengaku sering mendapatkan “anak titipan” atau permintaan dari warga untuk memasukan anak ke SMP Negeri favorit di Kota Kupang saat momen Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Sebagai wakil rakyat disaat PPDB pastinya ada banyak permintaan anak mereka bisa mengakses pendidikan di sekolah-sekolah favorit,” ungkapnya, Rabu, 19 Juni 2024.

Walde Taek mengatakan, sekolah favorit Kota Kupang yang paling diminati masyarakat diantaranya SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Kupang.

Baca juga: Kerja Sama dengan AFP NTT, SMAN 5 Kupang Kembali Buka PPDB Jalur Seleksi Prestasi Futsal

Terkait hal tersebut, Walde mengatakan, pihaknya meminta Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menegakkan PPDB yang sesuai dengan aturan yang ada.

“Untuk itu, kita hari ini rapat dengan Dinas Pendidikan, supaya kami juga menginformasikan kepada masyarakat, kalau harapan mereka (orang tua peserta didik) tidak bisa kami penuhi sebagai wakil rakyat,” ujarnya.

Diketahui, untuk PPDB SD dan SMP di Kota Kupang terdapat empat jalur seleksi masuk diantaranya, jalur zonasi dengan kuota setiap sekolah 55 persen, afirmasi 30 persen, prestasi 5 persen dan jalur perpindahan orang tua 5 persen.

Baca juga: 30 Atlet Lolos Tim Futsal NTT ke PON 2024 Aceh-Sumut, Ini Daftar Namanya

Menurut Walde Taek kualitas seluruh fasilitas pendidikan negeri di Kota Kupang memiliki standar dan kualitas yang sama, untuk itu, dirinya berharap masyarakat tidak hanya menitikberatkan perhatian kepada sekolah-sekolah tertentu saja, terutama jika memperhatikan zonasi sekolah yang selama ini telah berlaku.

“Kami DPRD sudah perjuangkan di tahun 2023 sudah kami alokasikan anggaran sehingga ada pembangunan SMPN 21 di Kecamatan Oebobo, sehingga akses pendidikan tidak hanya ke SMP 1 dan SMP 2 saja. Kita harus memberikan trust kepada sekolah-sekolah di Kota Kupang, bahwa mereka juga mampu memberikan pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, mengatakan, hari pertama PPDB berjalan lancar sejak pukul 08.00 WITA.

Baca juga: Indonesia Rencana Evakuasi 1.000 Warga Palestina, Ditampung Jawa Barat dan Jawa Timur

Meski begitu, dirinya mengaku masih terdapat keluhan dari pendaftar. “Keluhan ada, tapi kami ada operator yang selalu siap layani di dinas dan itu sudah berjalan,” jelasnya.

Dirinya menambahkan kuota untuk seluruh SMP memadahi untuk menampung lulusan SD. “Kapasitasnya bahkan lebih untuk menampung lulusan SD,” tambahnya.

Dumul mengatakan, untuk tahun ini PPDB juga turut diawasi oleh Ombudsman, Kejaksaan dan kepolisian untuk kelancaran pelaksanaan sesuai aturan dan petunjuk teknis yang ada.♦gor

Baca juga: 8 PMI Ilegal Asal NTT Dideportasi dari Malaysia, Ada 3 Anak dan stroke