Percakapan Emaus: Mata Terbuka, Hati Berkobar

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

 

 

Pax Vobiscum para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Berbagai macam cara Tuhan mendidik iman para murid-Nya, agar mereka percaya bahwa Dia sungguh manusia, dan juga sungguh Allah, melalui peristiwa kebangkitan-Nya.Pada hari ini kita memasuki hari Minggu Paskah III.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 24: 13 – 35, yakni Yesus menampakkan diri di jalan ke Emaus. Dalam bacaan Injil hari ini, dua murid berjalan meninggalkan Yerusalem dengan HATI muram. Kekecewaan menekan langkah mereka menuju Emaus. Seorang “orang asing” bergabung, mendengar keluh kesah mereka tentang Yesus yang disalibkan, lalu perlahan membuka Kitab Suci: “Bukankah Mesias harus menderita untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” HATI mereka mulai berkobar, meski MATA belum mengenali-Nya. Sesampai di Emaus, mereka mendesak Dia tinggal. Saat ROTI dipecahkan, MATA mereka TERBUKA: orang asing itu adalah Yesus yang bangkit. Seketika itu, Ia menghilang, tetapi api IMAN telah menyala.

Lalu, apa makna Perjalanan Emaus bagi dua murid dan bagi kita?. Pertama Percakapan sejati: Tuhan hadir dalam dialog IMAN, bukan sekadar obrolan manusia. Firman-Nya mengubah kekecewaan menjadi pengharapan.
Kedua: Ziarah panggilan: Emaus melambangkan perjalanan iman kita, antara ragu dan percaya, kecewa dan harapan. Tuhan setia berjalan bersama kita.
Ketiga Meja perjamuan: Perjamuan Kudus membuka MATA kedua murid dan kita, tetapi bukan untuk berhenti di altar. Kedua murid segera kembali ke Yerusalem, bersaksi: “Tuhan benar-benar telah bangkit!” , dan kita sebagai murid Yesus yang hidup di zaman sekarang, juga harus bisa memberikan kesaksian hidup yang baik dan benar, setelah mengikuti ekaristi atau ibadah atau kebaktian, yang mencerminkan bahwa kita telah berjumpa dengan Yesus yang bangkit.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, saat ini kita sedang berjalan di “EMAUS” kita sendiri, mungkin HATI kita sedang muram dan langkah kita berat. Ingatlah: Yesus berjalan di sisi kita. Dengarkan firman-Nya, biarkan hati kita berkobar. Dan ketika MATA terbuka, jangan berhenti di meja perjamuan atau Altar di Gereja atau Kapela. Bangkitlah, kembali ke dunia, dan bersaksilah: Kristus HIDUP, dan Ia MENGUBAH jalan HIDUP kita.

Pertanyaan refleksi

1. Apa “Emaus” dalam hidup saya saat ini, perjalanan yang penuh kekecewaan atau kebimbangan, dan bagaimana saya menyadari Tuhan tetap berjalan bersama saya?
2. Kapan terakhir kali firman Tuhan membuat HATI saya berkobar, meski mata saya belum sepenuhnya mengenali kehadiran-Nya?
3. Setelah MATA terbuka melalui DOA atau PERJAMUAN, bagaimana saya dapat bangkit kembali ke “Yerusalem” saya untuk bersaksi bahwa Kristus hidup?

Selamat berefleksi…& Selamat berhari Minggu🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, di tengah perjalanan hidupku yang kadang muram, Engkau selalu hadir berjalan di sisiku. Bukalah mataku agar mengenali-Mu, dan nyalakan hatiku dengan firman-Mu. Saat roti dipecahkan, biarlah aku melihat kasih-Mu yang hidup. Mampukan aku bangkit kembali ke “Yerusalem” kehidupanku, untuk bersaksi bahwa Engkau benar-benar telah bangkit dan mengubah jalanku. Amin.