Post Nubila Lux: Habis Gelap Terbitlah Terang

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

 

 

Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Setiap kita pasti pernah mengalami “awan gelap atau badai kehidupan”, namun setelah itu, pasti muncul terang atau pelangi. Itulah juga yang dialami oleh Nikodemus, yang datang pada malam hari untuk berjumpa dengan Yesus Sang Terang Sejati. Dari Yesus, Nikodemus mendapatkan banyak pencerahan.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 3: 7 – 15, yakni percakapan dengan Nikodemus. Dalam bacaan Injil hari ini, di
Yerusalem malam itu sunyi. Nikodemus, seorang pemimpin Yahudi yang dihormati, datang diam-diam kepada Yesus. Pengetahuan dan jabatan tidak mampu meredakan kegelisahan hatinya. Ia rindu TERANG sejati, bukan sekadar hafalan hukum.
Yesus berkata: “Kamu harus dilahirkan kembali.” Nikodemus tersentak, logikanya macet. Namun Yesus membuka cakrawala: keselamatan datang melalui Anak Manusia yang ditinggikan, seperti ular tembaga di padang gurun. Dari kegelapan maut, TERANG keselamatan bersinar.
Di sinilah Yesus tampil sebagai GURU Sejati. Dalam bahasa Sansekerta, GURU berasal dari kata Gu (gelap atau darkness) dan Ru (terang, cahaya atau Light). GURU adalah dia yang membawa manusia keluar dari kegelapan menuju terang. Nikodemus datang dalam gelap, simbol kebingungan dan keterbatasan pengetahuan, tetapi Yesus mengantarnya keluar menuju terang yang hidup. Ada pepatah Latin menegaskan: Nemo dat quod non habet : tak seorang pun bisa memberi apa yang tidak ia miliki. Oleh karena itu,
Nikodemus, meski seorang guru Israel, tidak bisa memberi terang karena ia sendiri belum memilikinya. Yesus, Sang GURU Sejati, mampu memberi TERANG karena Ia adalah TERANG itu sendiri. Bagaimana dengan kita? Kita pun, sebagai Guru, Orang tua, Pemimpin, hanya bisa memberi KASIH, PENGETAHUAN, dan INSPIRASI, jika kita terlebih dahulu memilikinya dalam diri kita.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, malam bukan akhir, melainkan pintu menuju fajar. Nikodemus datang dalam gelap, tetapi pulang dengan TERANG yang takkan PADAM. Demikian juga kita: setiap langkah menuju Yesus adalah perjalanan dari KEGELAPAN menuju CAHAYA. Post Nubila Lux:. habis gelap, terbitlah terang. Dan ingatlah: Nemo dat quod non habet, hanya mereka yang telah menerima TERANG Kristus yang mampu MENERANGI orang lain.

Pertanyaan refleksi

1. Seperti Nikodemus, adakah bagian dalam hidup saya yang masih berada dalam “gelap” dan membutuhkan terang dari Yesus Sang Guru Sejati?
2. Apakah saya sudah sungguh datang kepada Sang Terang, sehingga apa yang saya bagikan kepada orang lain benar-benar lahir dari terang yang saya miliki (Nemo dat quod non habet)?
3. Dalam peran saya sebagai guru, pemimpin, atau orang tua, bagaimana saya bisa terus belajar dan bertumbuh agar mampu mengantar orang lain keluar dari kegelapan menuju terang?

Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, Sang Guru Sejati, bawalah aku keluar dari kegelapan pikiranku menuju terang-Mu yang hidup. Ajarlah aku untuk selalu datang kepada-Mu, agar aku memiliki KASIH, IMAN, dan PENGHARAPAN yang sejati. Karena hanya dengan terang-Mu, aku dapat menerangi orang lain. Amin.