Hidup Kekal Vs Hidup Dalam Murka Allah

Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

 

 

Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Hidup adalah pilihan. Dan setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Seperti dalam judul renungan hari ini, mau pilih hidup yang kekal atau mau hidup dalam murka Allah?

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 3: 31 – 36, yakni percakapan dengan Nikodemus. Dalam bacaan Injil hari ini, kita dihadapkan dengan hidup selalu ada pilihan. Kita bisa memilih banyak hal setiap hari, tetapi ada satu pilihan yang menentukan kekekalan: percaya kepada Yesus Anak Allah atau menolak-Nya. Yohanes menegaskan bahwa Yesus datang dari atas, dari surga. Ia bukan sekadar Guru atau Nabi, melainkan Anak Allah yang berbicara via firman-Nya dan menerima Roh tanpa batas. Karena itu, siapa yang percaya kepada-Nya beroleh hidup kekal. Percaya bukan sekadar mengaku dengan bibir, melainkan menyerahkan seluruh hidup kepada-Nya. Sebaliknya, siapa yang menolak dan tidak taat kepada-Nya, tidak akan melihat hidup dan murka Allah tetap ada atasnya. Murka bukanlah emosi semata, melainkan konsekuensi logis dari menolak satu-satunya jalan keselamatan. Iman sejati selalu berbuah. Percaya berarti hidup jujur, mengampuni, dan melayani tanpa pamrih. Tanpa buah, iman hanyalah pengakuan kosong.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, bayangkan Anda berdiri di persimpangan dua jalan. Jalan pertama bertuliskan “Hidup Kekal” dengan syarat: percaya sungguh-sungguh. Jalan kedua bertuliskan “Murka” dengan syarat: tidak peduli. Tidak ada jalan tengah. Tidak ada tawar-menawar. Pilihan itu ada di tangan Anda, dan waktunya bukan besok, tetapi sekarang. Hidup terlalu singkat untuk disia-siakan di jalan yang salah. Mari melangkah dengan IMAN sejati kepada Yesus, sebab di dalam Dia ada HIDUP kekal. Di luar Dia? Hanya murka Allah yang tetap ada.

Pertanyaan refleksi

1. Apakah saya sungguh-sungguh percaya kepada Yesus dengan menyerahkan seluruh hidup saya, atau hanya sekadar mengaku dengan bibir?
2. Buah iman apa yang nyata dalam hidup saya, kejujuran, pengampunan, atau pelayanan tanpa pamrih?
3. Jika hari ini saya berdiri di persimpangan antara hidup kekal dan murka, jalan mana yang harus benar-benar saya pilih dengan tindakan nyata?

Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, Engkaulah sumber hidup kekal. Tolonglah aku untuk sungguh percaya, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan seluruh hidupku. Jauhkan aku dari jalan murka, dan tuntunlah langkahku agar berbuah dalam kejujuran, pengampunan, dan pelayanan. Hari ini aku memilih Engkau, sebab hanya di dalam-Mu ada hidup yang sejati dan kekal. Amin.