Kampanye Aksi Bergizi, Julie Laiskodat Gandeng Dinkes NTT Kunjungi SMAN 6 Kupang

Julie Laiskodat Bersama Dinkes NTT Kunjungi SMAN 6 Kupang: Kampanye Aksi Bergizi / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Julie Sutrisno Laiskodat bersama Dinas Kesehatan Provinsi NTT memberikan dukungan penuh kepada SMAN 6 Kupang yang menjalankan jam masuk sekolah pukul 05.30 dengan melaksanakan kampanye Aksi Bergizi bagi para siswa, Jumat, 24 Maret 2023.

Bersama Kepala Dinas Kesehatan NTT, Ruth Laiskodat dan jajarannya, Julie Laiskodat datang tepat pukul 05.30 pagi di SMAN 6 Kupang dan disambut Kepala Sekolah.

Kegiatan Kampanye Aksi Bergizi semakin lengkap dengan kehadiran UMKM binaan Dekranasda Provinsi NTT dari La Moringa dan produk susu lokal NTT Mimo (Milk Moringa).

Baca juga: Dewan Masjid NTT Minta Pengurus Masjid Kecilkan Pengeras Suara Selama Ramadhan

Kegiatan tersebut juga merupakan bentuk perhatian Julie Laiskodat sebagai Ketua Dekranasda dan Dinas Kesehatan NTT terhadap stunting di NTT yang masih banyak di NTT.

Julie Laiskodat yang diwawancarai disela-sela kegiatan tersebut mengatakan, Presiden Jokowi telah menargetkan stunting di Indonesia pada Agustus 2023 berada di angka 14 persen. “Sekarang stunting di Indonesia ada di 15,7 persen,” tambah wanita yang akrab disapa Bunda Julie itu.

Menurutnya, pencegahan stunting bisa dimulai dari , agar para siswa memiliki pemahaman tentang stunting sejak dini. “Pencegahan stunting tidak hanya kita lakukan pada 1000 hari pertama anak, namun kita mulai dari sekolah-sekolah,” jelasnya.

Baca juga:  Semarak HUT Kota Kupang, 155 Sekolah Unjuk Suara Terbaik

Selain itu kampanye merupakan dukungan dari dirinya dan Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Dinas Kesehatan kepada sekolah dan siswa-siswi SMAN 6 Kupang yang menjadi pelopor jam masuk sekolah pukul 5.30 pagi.

“Menurut saya ini (jam masuk sekolah pukul 5.30) adalah sesuatu yang positif. Saya dan Pak Gubernur sudah baca buku 5 AM Club, sesuatu yang dimulai dari pagi hari itu sangat sehat tapi memang semuanya butuh sosialisasi,” kata Julie.

Meski jam masuk sekolah pukul 5.30 telah berjalan kurang lebih sebulan, Julie menilai, para siswa belum menjiwai dengan semangat jam masuk sekolah 5.30.

“Untuk itu nanti tanggal 5 April kita akan undang orang-orang sukses yang memang menjalani aktifitas sejak pukul 5 pagi. Jadi itu untuk memotivasi para siswa dan memberikan contoh orang-orang sukses di dunia dan negara-negara maju itu dimulai dari jam 5 pagi,” ungkapnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada La Moringa dan Mimo (Milk Moringa) yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut dengan membagikan bubuk kelor dan memberikan susu Mimo kepada para siswa.

“Ada enam UMKM yang ikut mendukung dalam Kampanye ini dan hari ini ada dua terlibat. Ini CSR bersama dari mereka. Saya sebagai Ketua Dekranasda NTT saya salut dan apresiasi para UMKM, karena mereka merasa selama ini sudah terbantukan oleh Dekranasda sampai saat ini mereka sudah bisa capai omzet ratusan juta per bulan. Ini CSR dari mereka untuk membantu orang lebih banyak lagi,” tuturnya.

Baca juga:  Waspada! Akun Palsu Catut Nama Wali Kota Kupang, Janjikan Bantuan Fiktif ke Warga

Menurutnya kehadiran produk UMKM lokal seperti Mimo dan La Moringa bisa ikut mengisi kebutuhan nutrisi dan vitamin bagi para siswa yang merupakan masa depan NTT.

Dalam kegiatannya, para siswa melaksanakan kegiatan apel pagi dan senam pagi dengan diiringi lagu senam modern. Julie Laiskodat yang juga mengikuti senam pun tampak menikmati kebersamaan dengan para siswa.

Julie Sutrisno Laiskodat dan Kadis Kesehatan NTT, Ruth Laiskodat, mengikuti senam pagi bersama para siswa SMAN 6 Kupang / foto: Gorby Rumung

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Ruth Laiskodat, mengatakan, Kampanye Aksi Bergizi dilaksanakan untuk mendukung para siswa untuk hidup sehat.

“Yang terpenting itu adalah yang pertama adalah aktifitas fisik, sarapan pagi dan yang ketiga minum tablet penambah darah bagi remaja putri. Makanya hari ini kita laksanakan aktifitas fisik dengan senam seperti yang biasa dilakukan di sekolah,” jelas Ruth.

Dalam kampanyenya, para siswi mendapatkan tes HB atau sel darah merah dan tablet penambah darah.

Baca juga:  Perumda Air Minum Kota Kupang 17 Tahun Mengalirkan Harapan

Ruth menjelaskan, pemeriksaan HB dilakukan untuk mengetahui dan mengedukasi para siswi untuk selalu menjaga HB pada titik yang sehat, sehingga para siswi memiliki pengetahuan untuk mempersiapkan diri sebagai wanita yang sehat sebagai pasangan di usia subur.

Baca juga: Resmikan Kantor Baru Jamkrida NTT, Ini Pesan Gubernur NTT

“Jadi kita kasi tablet yang harus diminum seminggu sekali. Kalau selalu jaga sel darah merah itu di 11 nantinya kalau melahirkan juga tidak akan melahirkan anak-anak stunting,” jelasnya.

Para siswa SMAN 6 Kupang menikmati senam pagi bersama / foto: Gorby Rumung

Kepala Sekolah SMAN 6 Hendrikus Hati, mengucapkan terima kasih kepada Julie Laiskodat dan Kepala Dinas Kesehatan NTT, Ruth Laiskodat, yang telah mendukung sekolahnya dalam menjalankan jam masuk sekolah pukul 05.30 pagi.

Dirinya mengungkapkan selama kurang lebih satu bulan SMAN 6 Kupang menjalankan sekolah pukul 05.30 bagi kelas XII dirinya tidak pernah mendapatkan komplein dari para orang tua.

Dirinya menyebut kehadiran Kepala Dinas Kesehatan dan Ketua Dekranasda, akan diabadikan sebagai orang sukses yang memulai kegiatan di pagi hari dan akan dibagikan kepada para siswa untuk menjadi motivasi. “Tentu ini dukungan yang luar biasa,” ucap Hendrikus.♦gor

Ikuti berita dari EXPONTT.com di Google News

Baca juga: Ucap Terima Kasih Kepada Nakes, Penjabat Wali Kota Kupang Sebut Penurunan Stunting Belum Berhasil