Saat ini katanya Stasi St. Agustinus Bello memiliki 2 bidang tanah gereja bersertifikat dengan 1 gedung gereja dan beberapa fasilitas pendukung. Adapun jumlah umat yang terdata sebanyak lebih dari 1.700 orang. Anton juga menyampaikan secara terbuka kondisi keuangan di kas stasi sebanyak Rp 43 juta lebih.
Tak lupa Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya dalam memimpin Stasi St. Agustinus Bello selama kurang lebih 4 tahun dan berharap kepengurusannya terus memberi dukungan bagi pengurus yang baru dalam bekerja dan memajukan stasi.
Rasa Takut dan Bersyukur
Sementara Ketua DPP Paroki St. Fransiskus dari Asisi BTN Kolhua, Adrianus Ceme dalam sambutannya mengajak semua pengurus untuk bersatu membangun paroki dengan melayani umat secara total dan tidak ada embel-embel.
Baca juga: Palsukan Kartu Vaksin Untuk Dapat BLT, 2 Warga Kupang Ditangkap Polisi
Dikatakan menjadi pengurus DPP ataupun DPS adalah sebuah anugerah dan tugas mulia yang harus dikerjakan juga dengan penuh sukacita, pelayanan dan kerealaan untuk memberi diri secara tulus iklas.
“Memang tidak mudah menjadi pelayan ditengah kondisi umat kita yang makin maju dan modern. Saya sekian tahun bekerja dan merasakan tugas ini memang berat tetapi kuncinya menjalankan dengan penuh sukacita sebagai karya pastoral yang kaya akan makna iman,” katanya.
Adrianus kemudian membagikan pengalamannya saat beberapa tahun lalu terpilih dan dipercayakan memimpin DPP Paroki St.Fransiskus Asisi Kupang. Ada dua perasaannya saat itu yakni takut tetapi juga bersyukur.
Baca juga: Oknum Guru yang Hukum Bentur Kepala Siswa di Kupang Bakal Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Hasil Visum
“Pertama takut karena tidak bisa bekerja memuaskan keinginan puluhan ribu umat di 6 stasi. Takut ada cemoohan, ada kritik ada amarah dan sebagainya ketika tidak bekerja baik. Tapi juga bersyukur karena kita dipilih dari sekian ribu orang untuk memikul beban dan tanggungjawab ini. Dengan merasa bersyukur itulah kita akhirnya bekerja lebih total, penuh cinta kasih dan melayani umat secara baik dalam koordinasi dengan Pastor Paroki, pastor rekan, pengurus DPS dan juga semua umat,” ujarnya.
Ia meminta para pengurus yang baru dilantik untuk bekerja total dan memberi diri untuk melayani umat lebih baik dan tanpa membedakan sekat politik atau apapun.
“Hindari mencampuradukan urusan gereja dan mungkin saja ada perbedaan politik diluar sana” pintanya.
Baca juga: Dua Hari Tak Pulang ke Rumah dan Mengaku Dicabuli, Siswi SMA di Kupang Laporkan Pacar ke Polisi
Adrianus juga mengajak pengurus baru untuk bersama- sama DPP memfokuskan pembangunan gedung gereja baru di kompleks BMKG Bello yang menurutnya menjadi cikal bakal paroki baru bilamana telah memenuhi beberapa persyaratan teknis maupun administratif.
Adapun Pengurus Inti DPS yang dilantik yakni Ketua Domunikus Masang Kopong, Wakil Ketua Martinus Madu, Karolus Sara Buang Lera, Donatus Joseph Manehat, Elvis Arbertus Bin Toni, Sekretaris Robertus Fidianto, Wakil Sekretaris Krispinus Tatu Ipin, Bendahara Kristin Maria Noni, Wakil Bendahara Apriance Nahak, wakil Bendahara Paulus Pare. Mereka dibantu oleh sejumlah Pengurus Bidang dan Seksi.
Turut dikukuhkkan juga 13 orang Ketua Komunitas Umat Basis (KUB) dan puluhan orang pengurus KUB yang ada di Stasi St.Agustinus Bello.
Pantauan media, Misa Pengukuhan Pengurus DPS St.Agustinsu Bello berlangsung meriah dan lancar. Semua pengurus yang dikukuhkan mengenakan pakaian adat daerah masing-masing. Usai Misa dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana disayap kanan gereja.
♦nttpedia.id
Baca juga: Avanza Tabrak Scoopy di Kota Kupang, Sopir Mabuk, 1 Orang Dilarikan ke RS








