EXPONTT.COM, KUPANG – Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi, mendapat dukungan tambahan dari sejumlah tokoh masyarakat asal Kabupaten Sabu Raijua yang menetap di Kota Kupang.
Salah seorang tokoh masyarakat Sabu Raijua yang tinggal di Kelurahan Nunbaun Sabu, Kota Kupang, Nixon Tadjo Udju mengatakan, dukungan ini datang sebagai ucapan terimakasih bagi Orang Timor yang telah menerima orang Sabu untuk tinggal dan hidup di Pulau Timor.
“Hal pertama yang membuat saya mendukung Paket SIAGA adalah rasa terimakasih sebagai orang Sabu yang hidup di Pulau Timor. Hal kedua adalah rasa terimakasih kepada Pulau Timor yang telah merelakan putra terbaik mereka untuk berjuang memimpin NTT dengan memilih pensiun dini sebagai seorang tentara dengan pangkat Brigadir Jenderal,” ujar Nixon Tadjo Udju pada Senin, 7 Oktober 2024 di Kupang.
Tokoh asal Sabu Liae itu lebih jauh mengatakan, memilih Paket SIAGA bukan hanya karena Simon Petrus Kamlasi sebagai putra Timor asli yang sedang berlaga di Pilgub NTT, namun juga karena melihat Simon Petrus Kamlasi sebagai sosok pemimpin yang bersahaja dan mampu melihat kesulitan rakyat.
“Dia tidak hanya cerdas tapi juga pemimpin yang bersahaja. Dia adalah pemimpin yang sejatinya lahir dari rahim rakyat karena TNI bermanunggal dengan rakyat. Dia sudah berbuat banyak lewat kecerdasannya untuk menjawab kesulitan rakyat terutama lewat air. Dia juga berani mengorbankan pangkatnya demi rakyat. Dia pemimpin yang rela berkorban untuk rakyat, bukan orang yang tega mengorbankan rakyat demi menjadi seorang pemimpin,” tegas Nixon Tadjo Udju.
Hal senada disampaikan oleh Thomas Jansen Ga. Mantan pejabat di Kota Kupang itu bahkan dengan rela bersedia menjadi koordinator relawan SIAGA Kota Kupang.
Sebagai mantan orang birokrasi, dia melihat jiwa teknokrat dalam diri Simon Petrus Kamlasi sangat luar biasa dan itu menjadi modal dalam membangun NTT kedepan.
“Saya sebagai orang Sabu yang tinggal dan hidup di Kota Kupang siap tanam kaki untuk Paket SIAGA. Kami yang tergabung dalam Relawan SIAGA Kota Kupang ini berasal dari berbagai kelompok dan etnis yang hidup di Kota Kupang lalu bersepakat untuk bersama-sama mendukung Paket SIAGA. Kita pastikan akan mengurung Kota Kupang untuk kemenangan Paket SIAGA,” ujar Thomas Ga dalam acara tatap muka dengan Calon Gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi di Liliba Kupang pada Senin, 7 Oktober 2024.
Mantan Pelaksana tugas Sekda Kota Kupang itu mengatakan, para relawan telah bekerja dari pintu ke pintu untuk memperkenalkan Paket SIAGA kepada masyarakat Kota Kupang. Dari hari ke hari, kata Thomas Ga, jumlah relawan semakin bertambah dalam semangat yang membara untuk memenangkan Paket SIAGA.
“Kami telah bekerja dengan apa yang ada pada kami untuk memperkenalkan Paket SIAGA kepada masyarakat Kota Kupang. Puji Tuhan, sambutan luar biasa dari masyarakat membuat kami semakin bersemangat dan keyakinan kami semakin besar bahwa Paket SIAGA akan memenangkan pertarungan Pilgub NTT,” pungkas Thomas Ga.
Tokoh muda asal Sabu Raijua, Alan Modjo juga menyampaikan hal yang sama. Dia melihat ada harapan yang ditawarkan oleh Paket SIAGA dalam membangun NTT lewat pengalaman mengurus rakyat selagi masih menjadi tantara. Untuk itu dia bersama keluarga dan sahabat tidak lelah bekerja memenangkan paket SIAGA di Pilgub NTT.
“Saya melihat bahwa Pak Simon Petrus Kamlasi itu adalah pekerja. Sebagai tantara yang lulus dari akademi militer, dia memiliki ilmu yang cukup dalam mengurus rakyat kedepan dan hal itu telah dia tunjukkan lewat kepedulian dia dalam menjawab kebutuhan dasar rakyat yakni air. Dia adalah tipe pekerja dan punya keahlian yang tidak dimiliki calon lain,” kata Alan.
Alan Modjo juga mengatakan, sudah saatnya anak Timor memimpin NTT. Selama ini kata Alan, berbagai suku di NTT telah menduduki posisi sebagai Gubernur NTT yang mana ibu kota provinsi ada di Pulau Timor sehingga tidak berdosa juga jika memberi kesempatan kepada putra asli Timor untuk memimpin NTT kedepan.
“Alangkah tidak berterimakasihnya saya sebagai orang Sabu yang hidup di Pulau Timor ini kalau tidak mendukung anak timor asli yang sedang berjuang. Ini kesempatan langka dan sudah saatnya memberi dukungan.(*)








