EXPONTT.COM, KUPANG – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menyebut pajak merupakan kontribusi nyata warga dalam membangun Kota Kupang.
Untuk itu, dr. Christian Widodo mengajak seluruh warga Kota Kupang untuk tertib membayar pajak.
Hal tersebut disampaikan dr. Christian Widodo saat pembukaan Pekan Panutan Pajak Daerah Kota Kupang, Selasa, 3 Juni 2025.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada para wajib pajak yang telah menunjukkan keteladanan dengan membayar pajak secara tepat waktu.
Menurutnya, ketaatan mereka sangat berkontribusi pada keberhasilan pembangunan di Kota Kupang. Ia optimistis, apabila kepatuhan pajak terus meningkat, maka target pendapatan asli daerah (PAD) akan lebih mudah tercapai.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pekan Panutan Pajak bukan sekadar agenda tahunan, tetapi wujud nyata kepedulian bersama terhadap pembangunan.
Ia menekankan bahwa pajak adalah sumber utama pembiayaan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta program-program sosial.
“Kalau kita ingin membangun Kota Kupang, maka kita harus patuh bayar pajak. Tanpa pajak, tidak ada lampu jalan, tidak ada bantuan sosial, tidak ada perbaikan infrastruktur. Semuanya butuh partisipasi kita semua,” tambahnya.
Wali Kota juga mengingatkan masyarakat agar tidak takut terhadap petugas pajak. “Bayar pajak bukan karena takut, tapi karena cinta dan peduli pada Kota Kupang. Jika ada pungutan liar di luar ketentuan, laporkan segera,” imbaunya.
dr. Christina Widodo menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk melayani masyarakat.
“Lima tahun ke depan, Pemerintah Kota Kupang tidak hanya memerintah, tetapi juga hadir untuk melayani,” pungkasnya.
Kepala Bapenda Kota Kupang, Semuel Messakh S. STP., M.Si., menjelaskan bahwa potensi penerimaan PBB-P2 di Kecamatan Kota Lama mencapai Rp2,07 miliar dari 4.680 objek pajak.
Sementara potensi pajak dari sektor lain seperti restoran, listrik, hotel, parkir, hiburan, reklame, air tanah, mineral bukan logam dan sarang burung walet ditaksir mencapai Rp350 juta per bulan.
“Dengan pendekatan pelayanan yang lebih interaktif dan insentif menarik, kami berharap terjadi peningkatan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak, yang tentunya berdampak langsung pada peningkatan PAD,” pungkasnya.(*)








