Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK
Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apakah Anda memiliki kerinduan untuk datang kepada Yesus? Namun kerinduan Anda haruslah dilandasi oleh iman dan percaya kepada-Nya sebagai Roti hidup. Jika itu yang terjadi, maka Anda akan memperoleh hidup yang kekal.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 6: 35 – 40, yakni Roti hidup. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus berkata: “Akulah Roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”
Datang kepada Yesus tidak menuntut syarat, Ia hanya mengundang: datanglah apa adanya. Lelah, ragu, berdosa, semua boleh datang. Di hadapan-Nya, jiwa yang lapar menemukan damai sejati, bukan kepuasan semu yang cepat hilang. Namun datang kepada Yesus harus lah memiliki sikap percaya. Percaya berarti menyerahkan hidup sepenuhnya kepada-Nya. Dunia menawarkan “roti” berupa harta, kuasa, atau popularitas, tetapi semuanya cepat habis tidak akan bertahan lama. Sedangkan Yesus sebagai Roti hidup berbeda. Dialah sumber yang cukup, mata air yang tidak pernah kering. Jadi, jika kita datang dan percaya kepada-Nya, maka kita akan memperoleh hidup yang kekal. Hidup kekal bukan sekadar panjangnya waktu, melainkan hidup bersama Dia, dimulai sejak kita datang dan percaya, lalu berlanjut melampaui kematian. Janji-Nya teguh: “Aku tidak akan kehilangan seorang pun yang diberikan Bapa kepada-Ku.”
Pesan Untuk Kita
Para saudaraku, jangan terus berpindah dari satu “roti dunia” ke roti yang lain. Hari ini, Roti Hidup tersedia. Datanglah bukan karena layak, tetapi karena lapar. Percayalah bukan karena kuat, tetapi karena Dia setia. Dan hiduplah dalam kekekalan yang sudah dimulai sekarang, sebuah kehidupan yang penuh DAMAI, terjamin di tangan-Nya, dan terus mengalir menjadi BERKAT bagi sesama.
Pertanyaan refleksi
1. Dalam keadaan apa saya paling membutuhkan keberanian untuk datang kepada Yesus apa adanya, tanpa menunggu diri saya “lebih baik”?
2. Apakah saya sungguh percaya bahwa Yesus cukup bagi hidup saya, atau masih sering mencari kepuasan dari “roti dunia” yang cepat habis?
3. Bagaimana saya dapat merasakan dan membagikan pengalaman hidup kekal, damai dan sukacita bersama Kristus, dalam keseharian saya sekarang?
Selamat berefleksi🙏🙏
Doa Singkat
Tuhan Yesus, Engkaulah Roti Hidup yang sejati. Aku datang kepada-Mu dengan segala kelemahan dan kerinduanku. Ajarlah aku percaya bahwa Engkau cukup bagi hidupku, lebih dari segala “roti dunia” yang cepat habis. Teguhkan langkahku untuk menikmati hidup kekal yang sudah Engkau anugerahkan sejak kini, dan mampukan aku membagikannya dalam KASIH kepada sesama. Amin.







