EXPONTT.COM, KUPANG – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanes Rumat, S.E., berharap, kabupaten yang berada disekitar Labuan Bajo, Manggarai Barat bisa menjadi suplyer utama bahan baku pangan.
Hal tersebut Yohanes Rumat sampaikan menyusul situasi harga makanan yang belakangan tinggi di daerah wisata premium Indonesia tersebut.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi itu menyakini, mahalnya harga di Labuan Bajo saat ini akan berlangsung sementara dan harga akan berjalan normal sepanjang masyarakat bisa memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun pemerintah. “Pemerintah bangun infrastruktur ini kan supaya peredaran uang bisa berjalan baik disana,” ungkapnya.
Diketahui, saat ini kebanyakan bahan baku di Labuan Bajo masih didominasi suply dari Bima, Lombok dan Bali.
Baca juga: Nomor 4 Nomor Hoki Jemari Yoseph Dogon Caleg Dari Partai Golkar
“Misalnya makanan olahan ikan, itu ikannya pasti murah, tapi yang buat mahal itu kan komponen lainnya, karena diambil dari luar NTT,” ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Untuk itu dirinya berharap, daerah penyangga seperti Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka hingga Flores Timur bisa menjadi suplyer utama bagi kebutuhan bahan baku pangan dan lainnya bagi Labuan Bajo.
“Idelanya kan kabbupaten lain menjadi penyangga, mestinya suply bahan baku dari Kabupaten di NTT,” ucap anggota Fraksi PKB DPRD Provinsi itu.
Yohanes Rumat, meminta ada pemerintah kabupaten penyangga Labuan Bajo bisa membina para petani dan pekebun agar kualitas pangan yang dihasilkan bisa bersaing. Ia juga berharap sektor lain di NTT bisa ikut berkembang selain pariwisata.♦gor
Ikuti berita dari EXPONTT.com di Google News








