Bank NTT dan Pemprov NTT Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP

Sosialisasi Program Pembiayaan KPR Sejahtera FLPP di NTT, Selasa, 2 Desember 2025 / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Dalam rangka mendukung Program Pemerintah mewujudkan 3 Juta Rumah bagi Rakyat Indonesia, Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) dan Pemerintah Provinsi NTT menggelar Sosialisasi Program KPR Sejahtera Fasilitasi Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), di Aula El Tari Kupang, Selasa, 2 Desember 2025.

Sosialisasi Program KPR Sejahtera ini ditujukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.

Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kepegawaian Provinsi NTT, Yosef Rassi. Dalam sambutaanya, Yosef Rassi menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi NTT mendukung program 3 juta rumah yang diinisiasi pemerintah pusat.

Dirinya berharap partsipasi aktif para ASN dalam sosialisasi dengan memberikan masukan terkait program ini untuk dibawa ke Jakarta untuk disampaikan ke pemerintah pusat.

Baca juga:  Gonjang-ganjing Nasib PPPK di NTT, Melki Laka Lena akan Temui Presiden Prabowo

“Saya harapkan partisipasi aktif dari kita semua, karena sosialisasi ini sekaligus untuk dalam rangka revisi undang-undang tentang perumahan. Sehingga ketika undang-undang ditetapkan dapat mengakomodir persoalan-persoalan yang kita hadapi di NTT,” ujar Yos Rassi.

Kepala Divisi Kredit Konstruksi Bank NTT, Anton Bisilisin, dalam sambutannya, mengatakan, Bank NTT telah melaksanakan penyaluran FLPP sejak tahun 2016, dengan total debitur di wilayah NTT sebanyak lebih dari 2.042 debitur.

Untuk di tahun 2025, Bank NTT menargetkan penyaluran FLPP sebanyak 300 rumah dan telah terealisasi sebanyak 247 rumah. “Masih ada 53 rumah yang tersisa dari target yang diberikan pusat,” ujar Anton.

Baca juga:  Gonjang-ganjing Nasib PPPK di NTT, Melki Laka Lena akan Temui Presiden Prabowo

Dirinya menegaskan, Bank NTT berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyediakan KPR dengan pembiayaan yang mudah, cepat, dan terjangkau bagi ASN dan juga Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

Anton berharap, melalui sosialisasi ini, para ASN dapat memanfaatkan kesempatan memilki rumah sekaligus berinvestasi.

“Terutama teman-teman PPPK juga berinvestasi dengan rumah. Karena nilai ekonominya besar sampai 30 tahun dan akan semakin besar dengan nilai tanah yang semakin naik. Jika dibandingkan dengan kendaraan nilai ekonominya turun dalam lima tahun,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bank NTT juga bekerja sama dengan totak 16 developer di seluruh NTT dalam penyaluran FLPP. “10 develorper di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Enam lainnya di luar Kota Kupang,” jelasnya.

Baca juga:  Gonjang-ganjing Nasib PPPK di NTT, Melki Laka Lena akan Temui Presiden Prabowo

Diketahui, Sosialisasi Program KPR Sejahtera Fasilitasi Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) digelar selama dua hari, di Kota Kupang dan hari kedua di Kabupaten Kupang.

Sementara itu, Direktur Kepersertaan Segmen Non-pemerintah BP Tapera Budi Santoso, mengatakan sosialisasi ini digelar untuk sekaligus untuk melakukan kajian dalam rangka revisi Undang-Undang Tapera yang dilakukan oleh tim dari BP Tapera.

“Dua tahun kedepan kita buat kajian untuk merevisi regulasi tentang Tapera untuk disempurnakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Untuk itu, Budi mengharapkan pertisipasi dari para ASN dan masyarakat melalui aspirasi yang disampaikan untuk dibawa ke pemerintah pusat.

“Ada tim yang lakukan inteview, untuk menerima berbagai masukan. Kami harapkan masukan dari ASN dan Ormas yang merupakan perwakilan masyarakat,” pungkasnya.♦gor