EXPONTT.COM – Massa yang menyebut diri Aliansi Mahasiswa dan Rakyat (AMARA) NTT menggelar aksi demo di Kota Kupang, NTT, Selasa 12 April 2022.
Aksi yang demonstrasi dimulai sejak 08.30 WITA itu, dilakukan ratusan mahasiswa yang tergabung dari beberapa kampus di daerah Kota Kupang dan sekitarnya.
Mereka melakukan long march mulai dari depan RS Undana menuju DPRD NTT dengan melintasi Mapolda NTT.
Baca juga: Cegah Kekerdilan Anak, Pemkot Kupang Akan Terbitkan Syarat Kesehatan Bagi Calon Pengantin
Melansir pos-kupang.com, selain melakukan penjagaan di depan gerbang masuk kantor DPRD NTT, petugas kepolisian dari Satlantas Kota Kupang melakukan penertiban jalan.
Dalam demonya, AMARA menuntut pengendalian harga minyak goreng, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Sebagai informasi, sejak akhir Februari 2022, harga minyak goreng mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan. Dari semula harga per liternya dikisaran Rp.12 ribu hingga Rp.14 ribu, kini menjadi puluhan ribu per liternya.
Pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000-14.500 per liter. Skema itu, justru menimbulkan kelangkaan migor hingga akhirnya ketentuan pun dicabut dan dibiarkan sesuai dengan mekanisme pasar yang berlaku.
Baca juga: Mahasiswa di Daratan Pulau Timor Demo ke DPRD NTT, Bawa 3 Tuntutan
Sedangkan untuk di Kota Kupang sendiri, minyak goreng di beberapa toko maupun supermarket mengalami kekosongan stok atau barang tidak ada.
Di sejumlah toko yang masih memilki stok, harga 1 liter minyak goreng bisa didapatkan dengan harga yang sangat tinggi yakni Rp.26 ribu hingga Rp.28 ribu untuk 1 liternya. Hal ini menimbulkan panic buying, terlebih saat ini sedang dalam masa puasa Ramadhan dan masa Paskah.
Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang merespon dengan sidak dibeberapa distributor. Adapun beberapa penyalur menjamin ketersediaan migor pada bulan ramadhan hingga Paskah.
Untuk bahan bakar minyak (BBM), setelah harga jenis BBM Pertamax diumumkan naik pada 1 April 2022 lalu, pemerintah melalui Menko Marves Luhut Panjaitan, telah mengumumkan akan adanya kenaikan harga juga pada BBM jenis Pertalite dan gas LPG pada pertengahan tahun 2022.
Baca juga: Dua Pelajar SMP Spesialis Jambret Emas di Kota Kupang Ditangkap Polisi
Untuk demonstrasi sendiri, AMARA menargetkan akan menemui pimpinan DPRD NTT untuk menyampaikan dan menyerahkan tuntutan.
Selain tiga tuntutan tentang minyak goreng, BBM dn PPN, wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden Jokowi, juga ditolak demonstran dari tujuh kampus di NTT ini.
Pantauan, saat ini masa aksi sudah bergerak dari titik kumpul dan melakukan long march ke mapolda NTT. Mahasiswa menggunakan satu mobil komando. Aparat kepolisian dari Polda NTT dikerahkan untuk mengamankan aksi ini.
Baca juga: Hendak Lerai Perkelahian, Warga Kupang Malah Dikeroyok








