Siswa SMP di Kupang Dihukum Bentur Kepala 100 Kali ke Tembok, Keluarga Lapor Polisi

tangkapan layar video yang menunjukan dua siswa SMP di Kabupaten Kupang dihukum membenturkan kepala di tembok

EXPONTT.COM – Sebuah video yang menampilkan dua siswa SMP yang dihukum membenturkan kepala di tembok yang terjadi di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) viral di media sosial.

Diketahui salah satu siswa yang berada dalam video yang berdurasi 44 detik itu berinisial IF (15), siswa kelas 9 SMPN 5 Satu Atap Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Keluarga IF yang tak terima perlakuan terhadap IF kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kupang.

Baca juga: Kronologi Residivis Pencurian di Kupang Ditangkap, Berawal dari Kunci Motor yang Tertinggal di Rumah Korban

“Kami sudah lapor di Polres pada 13 Februari 2022 lalu, dengan laporan Nomor:LP/B/34/II/2022/NTT/Polres Kupang,” kata kakak sepupu IF, Dolu Yason Lau, dilansir dari kompas.com. Rabu (16/2/2022) petang.

Yason mengatakan, dalam video itu IF disuruh membenturkan kepala sebanyak 100 kali ke tembok oleh guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani berinisial KL.

Kejadian itu bermula pada Kamis 10 Februari 2022, saat itu IF tidak mengumpulkan kembali buku cetak yang disuruh gurunya pada. Sang guru, kata dia, lantas menghukum IF dengan menyuruhnya maju ke depan kelas dan membenturkan kepala ke tembok sebanyak 100 kali.

Baca juga: Kronologi Residivis Pencurian di Kupang Ditangkap, Berawal dari Kunci Motor yang Tertinggal di Rumah Korban

Namun pada hitungan ke-89, IF disuruh mengulang dari satu karena kata guru tersebut IF kurang keras membenturkan kepalanya.

“Guru itu menanyakan kepada siswa yang lain, apakah mendengar bunyi IF membenturkan kepala. Teman-temannya kompak menjawab tidak mendengar, sehingga hitungan dimulai dari awal,” ungkap Yason.

Tak sampai di situ saja, lanjut Yason, usai menerima hukuman tersebut, IF disuruh untuk membersihkan WC sekolah.

Baca juga: Jaksa Periksa Mantan Bupati dan Sekda Kabupaten Kupang Terkait Perkara Korupsi Penyertaan Modal ke PDAM

Usai membersihkan WC sekolah, IFbersama temannya yang sama-sama dihukum itu disuruh berlutut dan salig menjewer telinga satu dengan yang lainnya.

Menurut pengakuan IF, kata Yason, sebelum hari itu, pada Senin 7 Februari 2022 dan Selasa 8 Februari 2022 IF juga disuruh membenturkan kepala ke meja sebanyak lima kali sebagai contoh kepada siswa lain.

Akibat hukuman tersebut, IF pun mengalami luka di dahi, telinga bagian kiri dan merasa pusing.

Baca juga: Polda NTT Temukan Sejumlah Rumah Sakit di Kota Kupang Tidak Maksimal Urus Sampah Medis

Yason yang tak terima lalu melaporkan kejadian itu ke Polres Kupang untuk proses hukum lebih lanjut.

Ia berharap, oknum guru itu dihukum setimpal atas perbuatannya.

Dihubungi terpisah, Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto, mengaku masih mengecek kejadian itu. “Saya cek dulu ya,” kata Irwan singkat.
kompas.com

Baca juga: Pasangan Wisatawan Labuan Bajo Ditipu Travel Agent, Pelaku Sudah Berulang Kali Lakukan Aksinya