Polisi Temukan Aktivitas Pemalakan di Lokasi Wilayah Pantai Kelapa Lima

Pantai Wisata Kelapa Lima Kupang
Pantai Wisata Kelapa Lima Kupang / foto: victorynews.com

EXPONTT.COM – Patroli rutin yang dilakukan oleh aparat polsek Kelapa Lima di titik sentral berkumpulnya warga menemukan adanya aktivitas pemalakan atau pungutan liar (pungli) di lokasi Pantai wisata Kelapa Lima Kupang. Oknum yang melakukan pemalakan atau pungli juga telah diberikan pembinaan.

Melansir timex kupang, Kapolsek Kelapa Lima, AKP Aulia Robby K. Putra SIK, menagtakan, kedepannya, jika masih ditemukan lagi oknum warga yang melakukan pungli atau pemalakan maka akan ditindak tegas.

“Ini (pungutan parkir liar, Red) masuk premanisme dan kita akan tindak tegas jika masih kedapatan ada praktik tersebut,” ujar Robby, Selasa 5 April 2022.

Baca juga: Keluarga Tolak Bawa Pulang Jenazah yang Ditemukan di Pantai Oebelo

Pungli yang terjadi di Pantai Kelapa Lima, lanjut Robby, dilakukan oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan petugas keamanan (security) di lokasi Panati wisata Kelapa Lima.

Baca juga:  NasDem NTT Sampaikan Pernyataan Sikap Tanggapi “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”

“Jadi, korban pungli ini adalah para fotografer dan warga yang melakukan rekreasi ke lokasi wisata tersebut,” ujarnya.

Robby menyebut, sebelum para fotografer dan warga beraktivitas mengambil gambar kepada para pengunjung di lokasi Pantai Wisata Kelapa Lima maka setiap orang fotografer diwajibkan menyetor uang senilai Rp 10 ribu kepada oknum pemalak tersebut.

Baca juga:  Jalan GOR Flobamora Resmi Masuk Tahap Pembangunan

Penagihannya, kata dia, dikakukan oleh sejumlah anak-anak kecil yang disuruh oleh oknum petugas keamanan yang memalak setiap fotografer. Selanjutnya, anak-anak kecil itu menyetor ke oknum yang mengaku petugas keamanan di situ.

Baca juga: 12 Kades di TTU Terjerat Kasus Korupsi Dana Desa, 2 Masih Sidang, 10 Masuk Penjara

“Kami sudah peringatkan supaya tidak melakukan hal itu lagi,” ungkapnya.

Kapolsek Kelapa Lima menekankan bahwa wisata di Kota Kupang jika ingin maju maka tidak boleh ada premanisme yang melakukan pemalakan karena kenyamanan tidak akan didapat para pengunjung.

Baca juga:  Pemkot Kupang Tak Mampu Selesaikan Polemik PMI

“Jangan ada preman-preman yang mengatasnamakan keamanan lalu memalak sembarangan kepada setiap pengunjung,” tegasnya.

Baca juga: Diduga Suap Proyek, Kepala Dinas Di Kota Kupang Terjaring OTT Kejati NTT

Dia juga mengimbau agar seluruh masyarakat agar ikut menjaga Kamtibmas dan para kawula muda jangan sampai terhasut oleh pikiran-pikiran provokasi kesukuan.

Seharusnya mahasiswa pikirannya maju dan terbuka serta lebih produktif dalam memberikan kontribusi positif.

“Sebenarnya, kita harus berpikir bagaimana cara membangun ekonomi kita di tengah pandemi supaya punya penghasilan dan bisa membantu ekonomi keluarga,” pungkasnya.

Baca juga: 37 KK Suku Helong Tolak Pembangunan Bendungan Kolhua