Walde Taek Dorong Pemkot Kupang Lakukan Rehabilitasi dan Pembangunan Sekolah

Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek saat meninjau SMPN 16 Kupang, Rabu 16 November 2022 / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Pasca mengalami rusak berat akibat dihantam Badai Seroja tahun 2021 lalu, gedung SMP 16 Kupang hinga saat ini belum direhab.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek mengatakan, penyebab gedung tersebut belum direnovasi dikarenakan belum adanya anggaran dari Pemerintah Pusat. Namun menurut Walde, anggaran tersebut akan terealisasi pada tahun 2023.

“Untuk lembaga pendidikan, tahun 2023 akan terealisasi,” jelas Walde saat melakukan kunjungan ke SMPN 16 dan SMPK Sta. Maria Assumpta, Rabu 16 November 2022.

Untuk sekolah lain, lanjut Walde telah mendapatkan bantuan dari pihak swasta dan alumni. Dirinya memberikan perhatian kepada SMPN 16 karena sekolah tersebut mangalami kerusakan bangunan sedang keatas.

Baca juga:Ekonomi Bukan Faktor Utama Stunting

“Itu yang perlu kita dorong karena SMPN 16 berada di tengah kota dan merupakan wajah sarana prasarana pendidikan di Kota Kupang. Puji Tuhan di Rahun 2023 sudah ada anggaran yang ditetapkan dan akan disetujui untuk dilakukan rehab terhadap empat ruang kelas yang rusak berat dan beberapa ruang lain yang mengalami rusak sedang serta pagar belakang sekolah” kata Ketua DPC Partai PKB Kota Kupang ini.

Baca juga:  DPRD Kota Kupang Bentuk Pansus LKPJ 2025, Kinerja Wali Kota Bakal Dievaluasi

Untuk SMPN 16 Walde Taek menyebut perlu kecermatan dalam membangun atau merenovasi karena bangunan yang rusak tersebut telah terbengkalai hampir tiga tahun sejak dihantam badai seroja.

“Sehingga perlu adanya peninjauan terhadap tembok bangunan sekolah, apakah masih bisa hanya direnovasi, karena sudah hampir tiga tahun terkena hujan dan panas, jadi harus ditinjau apakah masih kuat atau tidak tembok-tembok itu,” jelasnya.

Theodora Ewalde Taek saat kunjungi SMPN 16 bersama Dinas Pendidikan Kota Kupang, Rabu 16 November 2022 / foto: Gorby Rumung

Selain mengunjungi SMPN 16 Kota Kupang, Ewalde Taek juga melakukan kunjungan ke SD dan SMP Katolik Santa Maria Assumpta.

Di sekolah swasta tersebut Ewalde bersama Dinas Pendidikan meninjau lokasi rencana pembangunan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan laboratorium komputer.

Baca juga:KI Bolok Road Race Festival Akan Jadi Event Tahunan

Menurut Walde Taek, Pemerintah juga memberikan perhatian besar kepada sekolah swasta karena sekolah negeri dan swasta hanya perbedaan status. “Semua sekolah bertujuan mencerdaskan anak-anak bangsa dengan tanggung jawab yang besar,” ungkap Walde.

Baca juga:  Pemkot Kupang Tak Mampu Selesaikan Polemik PMI

Dirinya mengapresiasi pemerintah terkait dana Side Grand sebesar Rp. 40 miliar yang dialokasikan khusus untuk rehabilitasi sekolah dan pembangunan sarana dan prasarana sekolah.

Theodora Ewalde Taek saat kunjungi SMPK Sta. Maria Assumpta bersama Dinas Pendidikan Kota Kupang, Rabu 16 November 2022 / foto: Gorby Rumung

8 Standar Pendidikan 

Dirinya juga mendorong Dinas Pendidikan Kota Kupang untuk terus memperjuangkan 8 standar pendidikan nasional.

“Kita dorong pemerintah untuk terus melakukan lobi-lobi ke Kementerian Pendidikan agar pemerintah memenuhi 8 standar pendidikan nasional termasuk di dalamnya sarana prasarana gedung,” ucapnya.

Meski begitu, Walde mengakui Kota Kupang sebagai barometer di NTT membutuhkan waktu dan anggaran yang besar.

“Dari tingkat SD saja perlu laboratorium komputer untuk asesmen namun untuk membuatnya serentak tentu tidak mungkin, ini menjadi tuntutan yang harus diakomodir, tapi waktu tidak bisa dilakukan bersamaan dan anggaran yang terbatas,” jelas Walde.

Baca juga:Gabriel Kenenbudi Siap Jadi Ketua IMI NTT

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota Kupang, Okto Naitboho, mengatakan peninjauan ini dilakukan untuk memantau sekolah-sekolah yang ditetapkan sebagai penerima bantuan Dana Alokasi Khusus tahun anggarab 2023.

Baca juga:  Semarak HUT Kota Kupang, 155 Sekolah Unjuk Suara Terbaik

“Untuk SMPN 16 memang parah, kebetulan kita mendapat dana side grand kita sudah alokasikan untuk sekolah yang rusak karena seroja, kita sudah hitung dan siap dieksekusi di 2023,” ungkap Okto.

Okto menjelaskan dana Side Grand adalah dana alokasi khusus dari pemerintah pusat untuk pendidikan sebesar Rp. 40.018.000.000.

“Dari itu kita lebih banyak ke fisik sesuai dengan indikator SPM jadi lebih banyak dialokasikan untuk pembangunan ruang kelas dan rehabilitasi,” ungkapnya.

Dirinya menyebut sejumlah sekolah akan mendapatkan manfaat dari dana Side Grand ini, seperti pembangunan kelas baru dan rehabilitasi

“Karena selama ini, lanjut Okto, DAK tidak dapat dipakai untuk pembangunan ruang kelas baru termasuk rehab pasca badai seroja,” pungkas Okto.♦gor

Ikuti berita dari EXPONTT.com di Google News

Baca juga:Yayasan Graha Kasih Indonesia Segera Bangun Rumah Sakit Khusus Kanker di Kupang Barat