EXPONTT.COM, KUPANG – Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Kupang, Roslin Lana mengkonfirmasi terdapat 101 siswa sekolahnya yang dilarikan ke Rumah Sakit karena keracunan yang diduga usai mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis.
Roslin Lana menyebut, awalnya pada pagi hari, sebanyak sejumlah siswa dari berbagai kelas meminta izin saat kegiatan belajar di kelas dengan alasan sakit perut.
“Awalnya 18 siswa, ada yang izin ke kamar mandi, ada juga yang minta ke UKS (unit kesehatan sekolah) karena merasakan perut seperti ditikam, namun beberapa menit kemudian lebih banyak lagi yang datang. Ada yang muntah, ada yang hampir pingsan juga,” katanya lewat akun Facebook Pos Kupang, Selasa, 22 Juli 2025
Dirinya menuturkan, para siswa mengaku telah mengalami sakit perut sehari sebelumnya, Senin, 21 Juli 2025.
“Akhirnya kami koordinasi dengan Puskesmas Oesapa, dan diarahkan untuk segera dilarikan ke Rumah Sakit, Ada tiga rumah sakit, yakni, RSUD SK. Lerik, RS Siloam dan RS Mamami, orang tua juga kita hubungi untuk menjemput anak,” ungkapnya.
Meski begitu dirinya belum menyimpulkan sakit yang dialami para siswa karena MBG. “Karena butuh konfirmasi berbagai pihak,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, mengatakan, makanan yang dikonsumsi sehari sebelumnya telah dikirim ke Dinas Kesehatan dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk diperiksa.
“Kami belum bisa memastikan penyebab keracunan yang dialami siswa siswi SMP Negeri 8. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari BPOM dan Dinkes Kota Kupang terhadap makanan yang dikonsumsi siswa,” jelas Dumul Djami di SMPN 8, Selasa, 22 Juli 2025 siang.
Sebelumnya, sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Kupang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) Selasa, 22 Juli 2025.
Para siswa yang duduk dari kelas VII hingga IX tersebut dilarikan ke sejumlah Rumah Sakit di Kota Kupang, mulai dari RSUD S.K. Lerik Kota Kupang, RS Siloam dan RS Mamami.
Dari pantuan ExpoNTT.com, nampak puluhan siswa tergulai lemas di UGD SK. Lerik Kupang, ada juga yang menjerit karena kesakitan.
Jaki Banu, siswa kelas VII SMPN 8 Kupang mengaku, ia merasakan sakit perut sejak pulang sekolah. “Sakit perut mulai dari jam 12 siang setelah pulang sekolah.
Setelah itu mau tidur malam, sakit lagi. Dari jam 12 malam sampai jam 5 pagi perut masih sakit, mau tidur tidak bisa,” ungkapnya ketika ditemui wartawan di RS S.K Lerik, Selasa, 22 Juli 2025.
Ia mengaku mengkonsumsi MBG yang dibagikan di sekolah, sehari sebelumnya, Senin, 21 Juli 2025. Makanan yang dibagikan berupa nasi, rendang, kacang panjang.
Orang tua Jaki, Jonathan Banu mengungkapkan rasa khawatir akan kondisi anaknya yang diduga keracunan tersebut. “Kita rasa gelisah karena lihat anak begini banyak rasa sakit yang sama. Kita sebagai orang tua khawatir dengan kondisi anak kita,” ungkapnya.
Ia membenarkan keluhan Jaki yang merasakan sakit perut sejak pulang sekolah. “Pas mau tidur malam masih mengeluh sakit perut,” ujarnya.
Siswa lain, Jordan Doko, siswa kelas VIII SMPN 8 Kupang mengaku ada ulat di pisang dan daging yang dibagikan kepada mereka.
“Lauk yang kami makan itu ada nasi, rendang, sayur kacang panjang, tahu dan pisang. Di pisang dan daging itu ada ulat dan baunya sudah tidak enak,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, puluhan anak SMPN 8 Kupang masih menjaani perawatan di RS SK Lerik. (*)







