Pertamina NTT Pastikan Distribusi Minyak Tanah Kembali Normal

Sales Area Manager Pertamina NTT, Ahmad Tohir saat jumpa pers bersama Kapolda NTT, Irjen Polisi Johanis Asadoma serta Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombespol Ariasandy di ruang Humas Polda NTT, Selasa 29 November 2022 / foto: inews

EXPONTT.COM, KUPANG – Pertamina NTT memastikan distribusi minyak tanah akan kembali normal. Hal tersebut disampaikan Sales Area Manager Pertamina NTT, Ahmad Tohir saat jumpa pers bersama Kapolda NTT, Irjen Polisi Johanis Asadoma serta Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombespol Ariasandy di ruang Humas Polda NTT, Selasa 29 November 2022.

Untuk itu Ahmad meminta masyarakat NTT untuk tenang dan tidak kuatir kehabisan stok minyak tanah.

Baca juga:  Semarak HUT Kota Kupang, 155 Sekolah Unjuk Suara Terbaik

“Kami dari Pertamina akan berusaha semaksimal mungkin untuk menormalkan stok minyak tanah, bahkan mulai tanggal 25 November 2022 lalu kami menambah dua kali lipat distribusi kami, jika biasanya sekitar 280 Kiloliter, maka kami tambah menjadi 400 hingga 500 kiloliter, bahkan di hari Minggu juga truk kami siap mendistribusikan minyak tanah bagi masyarakat,” Ujarnya.

Baca juga:423 P3K Guru Kota Kupang Terima SK di HUT KORPRI

Ia menyebut kelangkaan minyak tanah ini terjadi akibat BPH Migas menurunkan kuota minyak tanah sebesar 3,48% bagi wilayah NTT, sedangkan kebutuhan masyarakat NTT terus naik sebesar 1,02 % sehingga dengan stok yang berkurang dibarengi dengan konsumsi minyak tanah yang tinggi mengakibatkan kelangkaan minyak tanah.

Baca juga:  Waspada! Akun Palsu Catut Nama Wali Kota Kupang, Janjikan Bantuan Fiktif ke Warga

“Kami dari Pertamina juga menjamin bahwa stok minyak tanah menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) tetap tersedia, jadi masyarakat jangan kuatir stok minyak tanah akan kembali normal karena sudah ada penambahan kuota lagi dari BPH Migas,” Pungkas Ahmad Tohir.♦inews.id

Baca juga:  Pemkot Kupang Tak Mampu Selesaikan Polemik PMI

Ikuti berita dari EXPONTT.com di Google News

Baca juga: UMK Kota Kupang 2023 Naik, Nakertrans Diminta Awasi Pemenuhan Upah