Frans Salem, Zet Libing dan Johana Lisapaly Jadi Saksi di Sidang Kasus Dugaan Korupsi Pemanfaatan Aset Pemprov NTT

Ketiga saksi saat mengambil sumpah dalam sidang / foto: Gorby

EXPONTT.COM, KUPANG – Dua pejabat aktif dan dua pensiunan pejabat di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT), diperiksa sebagai saksi di persidangan kasus dugaan korupsi pemanfaatan aset milik Pemprov NTT di Labuan Bajo, Jumat, 26 Januari 2024.

Dalam sidangnya, tiga pejabat Pemprov NTT diperiksa bersamaan dalam sidang, diantaranya, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT yang saat ini sebagai Penjabat Bupati Alor Sony Zet Libing, Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi NTT Alex Lumba dan Johana Lisapaly yang saat ini sudah pensiun.

Ketiganya diperiksa terkait kasus tindak pidana korupsi pemanfaatan aset tanah seluas 31.670 m2 milik Pemprov NTT yang telah dibangun Hotel Plago terletak di Kelurahan Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp8,5 miliar.

Baca juga:Β Geledah Kantor Wali Kota dan BKAD Kota Kupang, Kejati NTT Sita 35 Dokumen Terkait Dugaan Korupsi Aset

Dimana Zet Sony Libing pada tahun 2019-2021 menjabat sebagai Kepala Badan Pendapat dan Aset Daerah Provinsi NTT, sementara Alex Lumba menduduki Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah sejak 2021 hingga saat ini. Sementara Johana Lisapaly yang pada tahun 2014 menjabat sebagai Assisten I Setda Provinsi NTT, yang membidangi pemerintahan dan administrasi umum.

Diketahui, dalam runtutan kasus ini, pada tahun 2014 Pemprov NTT dan PT SIM menyepakati perjanjian kerja sama Bangun Guna Serah (BGS) untuk pemanfaatan aset Pemprov NTT di Panntai Pede, Labuan Bajo dan pada tahun 2019, Pemprov secara sepihak memutus atau mem-PHK PT SIM karena kontribusi tahunan yang diserahkan PT SIM dinilai Pemprov terlalu rendah.

Baca juga:Β LLDikti XV NTT Minta Pimpinan Perguruan Tinggi Tak Berikan Fasilitasi Kampus Untuk Kampanye Politik

Sementara itu, pada sidang sebelumnya pada, Jumat, 26 Januari 2024 pagi, mantan Sekda Provinsi NTT, Frans Salem juga ikut diperiksa dalam kasus yang sama.

Dalam kasus tersebut, Kejati NTT menetapkan empat orang sebagai terdakwa, diantaranya, Direkur PT Sarana Investama Manggabar (SIM), Hari Pranyoto, salah satu pemegang saham PT SIM, Bahasili Papan, Direktur PT Sarana Wisata Internusa (SWI), Lidya Sunaryo dan Thelma Bana selaku Kabid Pemanfaatan Aset (Penggunaan Barang) pada saat perjanjian dibuat tahun 2014.♦gor

Baca juga:Β Gelapkan Pajak, 3 Oknum ASN Bapenda Kota Kupang Di Nonjob, Tak Dilaporkan ke APH