Wakil Wali Kota Kupang Minta Kepala Sekolah Tak Berdiam Diri Hadapi Fenomena Sosial

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, saat Sosialisasi Pemilahan Sampah yang digelar bersama Yayasan PLAN International Indonesia di SDK St. Maria Assumpta, Jumat, 9 Mei 2025 / foto: PKP

Sekolah Layak Anak, Bukti Kepedulian Pemerintah

EXPONTT.COM – Pemerintah Kota Kupang terus berupaya untuk mewujudkan sekolah layak anak sehingga anak bisa terhindar dari pengaruh negatif perkembangan zaman dan teknologi digital.

Sekolah-sekolah yang ada di Kota Kupang terus didorong untuk menjadi benteng moral dan kasih bagi para siswa.

Para kepala sekolah juga diajak untuk tidak berdiam diri melihat fenomena sosial yang makin mengkhawatirkan mengingat perkembangan teknologi yang makin maju.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis dalam sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi Kepala SD/MI Kota Kupang Tahun 2025, yang digelar oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Kota Kupang, Oktober 2025 lalu mengatakan, pendidikan hari ini harus bertransformasi menjadi kekuatan moral dan spiritual yang menjaga anak-anak dari pengaruh negatif zaman.

Baca juga:  Pemkot Kupang dan Kejari Resmi Kerja Sama Terapkan Pidana Kerja Sosial Mulai 2026

“Kita hidup di zaman yang berubah sangat cepat. Anak-anak kita tumbuh dalam dunia digital yang penuh peluang, namun juga sarat godaan. Kita tidak boleh berdiam diri melihat fenomena sosial yang mengkhawatirkan, seperti meningkatnya kasus prostitusi dan HIV/AIDS di kalangan pelajar. Ini tanda ada yang harus kita perbaiki bersama,” tegasnya.

Serena juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam membentuk sekolah layak anak dengan  lingkungan yang aman, sehat, dan inklusif, proses belajar-mengajar yang menyenangkan dan tidak diskriminatif, keterlibatan anak dalam pengambilan keputusan, serta fasilitas yang memadai untuk mendukung tumbuh kembang fisik, kognitif, dan psikososial anak.

Serena menegaskan, sekolah harus bebas dari kekerasan dan bullying, serta menyediakan layanan dukungan bagi anak berkebutuhan khusus.

Baca juga:  NasDem NTT Bakal Gelar Diskusi Publik, Hadirkan Melki Laka Lena dan Viktor Laiskodat

“Sekolah harus menjadi benteng tempat anak merasa aman untuk belajar, tumbuh, dan dilindungi. Guru harus menjadi lentera yang bukan hanya mengajar menghitung, tapi juga mengajarkan menghargai diri,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua adalah kunci dalam menjaga masa depan anak-anak. Ia mengingatkan keberhasilan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi oleh seberapa baik warganya menjaga dan mendidik generasi muda.

Wawali juga mengapresiasi seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik di Kota Kupang yang disebutnya sebagai penjaga api pengetahuan bagi generasi muda.

Ketua Panitia Rakor, Yohanes Tukan, S.Pd, dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja K3S SD/MI Kota Kupang tahun 2025, yang bertujuan memperkuat koordinasi dan peningkatan mutu pendidikan dasar di Kota Kupang.

Baca juga:  Wali Kota Kupang Launching Car Free Night

“Kegiatan ini murni hasil swadaya para kepala sekolah. Antusiasme peserta menunjukkan semangat luar biasa untuk membangun dunia pendidikan yang bermartabat dan bermanfaat,” ujarnya.

Menurutnya Rakor ini juga menjadi wadah refleksi dan konsolidasi kepemimpinan kepala sekolah agar lebih strategis, terukur, dan berdampak dalam menghadirkan pendidikan yang cerdas akal sekaligus cerdas hati

Kegiatan ini dihadiri oleh 141 kepala sekolah dari enam subrayon di Kota Kupang.

Hadir dalam acara pembukaan tersebut Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Ambo, M.Si Bersama Kabid Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, Ketua Kelompok Kerja Kepala SD/MI (K3S) Kota Kupang, Joni Higa Huki, S.Pd., MM, serta seluruh Kepsek SD/MI se-Kota Kupang.

(Gorby Rumung / ADV)