Kasus Pengeroyokan Oleh Kepala Desa Mukekuku, Polres Rote Ndao Gelar Rekonstruksi

rote ndao
Kasus Pengeroyokan Oleh Kepala Desa Mukekuku, Polres Rote Ndao Gelar Rekonstruksi / foto: metrobuananews.com

EXPONTT.COM – Polres Rote Ndao, menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Mukekuku, Desri Hengki Suki bersama lima orang lainnya, yang terjadi di Desa Mukekuku, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, pada 16 Februari 2022 lalu.

Melansir metrobuananews.com, rekonstruksi digelar di tempat kejadian perkara, di Desa Mekekuku pada Selasa 5 April 2022 dengan tersangka sebanyak 6 orang.

Namun demi keamanan adegan dilakukan oleh pemeran pengganti dari anggota Sat Reskrim Polres Rote Ndao.

Baca juga: Tak Dapat Moke, Sejumlah Pemuda di Kota Kupang Rusak dan Jarah Uang Kios

Proses rekonstruksi yang dipimpin Iptu Yeni Setiono itu berjalan lancar dan aman.

Keenam pelaku yakni DHS, AMS, WAB, JHJS, SS dan RB, menampilkan 21 reka adegan, dimulai dari para korban terkena lemparan batu, kemudian para tersangka mengeroyok korban hingga babak belur, dan terakhir para korban ditolong warga.

Dalam adegan ke-9, tersangka Hengki Suki begitu beringas menendang wajah sebelah kiri korban Isak Dalle, menggunakan kaki kanannya.

Selanjutnya, tersangka Hengki Suki menginjak punggung korban, kemudian korban dihujani dengan banyak pukulan namun korban hanya bisa menutupi wajahnya dari pukulan para tersangka.

Baca juga: Blokade Sejumlah Kantor Pemerintahan dan Fasilitas Kesehatan di Malaka Sudah Dibuka Kembali

Setelah itu, saksi Lena Ngefak datang menghampiri korban, lalu membawa korban ke rumahnya yang ada di belakang rumah tersangka Hengki Suki.

Kasubag Humas Polres Rote Ndao AIPTU Anam Nurcahyo, dalam rilisnya kepada media ini menyebutkan, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat (1) KUHP Subs Pasal 351 Ayat (1) KUHP, Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Dia menjelaskan, pelaksanaan rekontruksi Tindak Pidana Pengeroyokan berakhir pada Pukul 13.45 wita dalam keadaan aman dan lancar.

“Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup dari Anggota Polres Rote Ndao dan Polsek Rote Timur dengan tetap mempedomani protokol kesehatan,” tandas AIPTU Anam.

Baca juga:900 Kg Daging Babi Tanpa Dokumen Masuk Waingapu, Ini Kata Pemiliknya