EXPONTT.COM, KUPANG – Kepala sekolah SMA Negeri 6 Kupang, Hendrikus Hati, mengatakan selama hampir sebulan penerapan jam masuk sekolah pukul 05.30 pagi bagi kelas XII di sekolahnya, dirinya belum pernah menerima keluhan dari orang tua siswa.
“Selama hampir sebulan penerapan jam sekolah pukul 05.30 pagi, kami belum mendapatkan komplein dari orang tua siswa,” katanya saat diwawancarai disela acara Kampanye Aksi Bergizi yang digelar Dekranasda NTT dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Jumat 24 Maret 2023.
Dirinya juga mengungkapkan, penerapan jam masuk sekolah pukul 05.30 pagi mendapatkan dukungan orang tua.
“Ada orang tua yang antar anaknya pagi, mereka bilang, biar begini sudah pak, jadi anak tidur cepat. Dari pada keluyuran sampai subuh, bangun jam 9 pagi,” jelasnya.
Baca juga: Kampanye Aksi Bergizi, Julie Laiskodat Gandeng Dinkes NTT Kunjungi SMAN 6 Kupang
“Jadi ini memang ada sisi positifnya yang luar biasa,” tambahnya.
Dirinya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung program peningkatan kualitas pendidikan NTT yang dijalankan sekolah. “Terima kasih juga untuk Dekranasda NTT, Julie Laiskodat dan Dinas Kesehatan NTT yang mendukung SMAN 6,” ungkapnya.
Menurutnya jam masuk sekolah menjadi pukul 05.30 bukanlah penambahan jam namun pergeseran jam sekolah. “Ini sudah jelas bukan penambahan, kita masuk pukul 05.30, maka kita pulang pukul 12.00. Jadi ada yang bilang jam belajar tambah itu tidak benar,” jelas Hendrikus.
Dirinya berharap kedepannya, jam masuk sekolah pukul 05.30 pagi bisa terus berjalan. “Jadi kita harapkan juga bisa berjalan terus dan bukan hanya untuk kelas XII saja tetapi diterapkan kepada siswa yang ada di kelas X dan XI, supaya kita satu timing kita jalan sama-sama satu sekolah,” tandasnya.♦gor
Ikuti berita dari EXPONTT.com di Google News
Baca juga: Nasib 933 PTT di Kota Kupang Masih Mengambang, Penjabat Wali Kota Tak Bisa Beri Kepastikan Waktu








