Pegiat UMKM Grace Ndoen Gelar Sosialisasi Pengembangan Ekonomi Berbasis Komunitas Terpadu di Kelurahan Nefonaek

Sosialisasi Pengembangan Ekonomi Berbasis Komunitas Terpadu di Kelurahan Nefonaek, Senin, 5 Agustus 2024 / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Salah seorang pegiat Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM), Grace Ndoen, menggelar Sosialisasi Pengembangan Ekonomi Berbasis Komunitas Terpadu di Kelurahan Nefonaek, Senin, 5 Agustus 2024.

Sosialisasi yang digelar di Kantor Lurah Nefonaek ini diikuti oleh ibu-ibu PKK serta karang taruna Kelurahan Nefonaek yang berjumlah 50-an orang.

Kegiatan Sosialisasi Pengembangan Ekonomi Berbasis Komunitas Terpadu di Kelurahan Nefonaek, dihadiri dan dibuka oleh Lurah Nefonaek, Josephina Ungirwalu.

Baca juga:  Waspada! Akun Palsu Catut Nama Wali Kota Kupang, Janjikan Bantuan Fiktif ke Warga

Grace Ndoen, dalam wawancaranya, mengatakan, sosialisasi ini menargetkan warga Kelurahan Nefonaek untuk menjadi percontohan UMKM dengan berbasis Komunitas di Kota Kupang.

Menurut pengalamannya, kebanyakan UMKM di Kota Kupang gagal berkembang bahkan mati karena terlalu individualis dalam menjalankan usahanya hingga tak mampu memenuhi permintaan yang tinggi.

Diera pemasaran saat ini yang semakin luas dengan online kita (UMKM) bisa menerima pesanan bukan cuma dari lokal saja namun juga dari berbagai wilayah di luar NTT bahkan internasional.

Baca juga:  Semarak HUT Kota Kupang, 155 Sekolah Unjuk Suara Terbaik

Dengan UMKM berbasis kelompok, lanjut Grace Ndoen, setiap orang akan memilki peran masing-masing. “Ada yang memproduksi, ada yang memasarkan dan mencatat pembukuan,” imbuhnya.

Untuk itu, lanjut Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sempat nyaleg di Pileg 2024 ini, pengembangan UMKM harus berbasis komunitas agar dapat berkembang hingga meningkatkan ekonomi.

“Mandiri baik juga, tapi ada kelemahanya. Sekarang kita coba untuk semangat gotong royong kerja sama. Karena itu, program ini dilakasanakan untuk mengajak ibu-ibu di Kelurahan Nefonaek kerjanya keroyokan untuk menangkap pemasaran online dan program pemerinta pengentasan stunting,” jelasnya.

Baca juga:  DPRD Kota Kupang Bentuk Pansus LKPJ 2025, Kinerja Wali Kota Bakal Dievaluasi

Grace menuturkan, program pengembangan ekonomi berbasis komunitas ini juga menekankan pada produk-produk lokal dari hasil perikanan, pertanian dan perkebunan lokal NTT. “Kita mau buat makanan olahan lokal yang diminati masyarakat dan tidak kalah update,” ujarnya.