Mahasiswa dan Remaja Dominasi Kasus HIV/AIDS di NTT Tahun 2022

ilustrasi HIV-AIDS
ilustrasi HIV-AIDS / foto: radarlombok

EXPONTT.COM, KUPANG –Mahasiswa dan remaja menjadi penyumbang Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) terbanyak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).  Hal tersebut disampaikan Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi NTT, Adi Lamury, Kamis 1 Desember 2022.

Menurutnya, mahasiswa dan pelajar merupakan orang dengan perilaku berisiko HIV/AIDS. “Di Kota Kupang saja, setiap 20 kasus yang tercatat 16 diantaranya adalah mahasiswa dan remaja,” jelas Adi.

Ia menuturkan, mahasiswa dan pelajar kerap melakukan hubungan tanpa menggunakan kondom, ditambah lagi pergaulan yang begitu luas. “Kadang mereka tidak tahu apakah pacar mereka ini sudah kena virusnya atau tidak, ini yang sering terjadi,” katanya.

Baca juga:Jelang Musprov, 47 Klub Otomotif Somasi IMI NTT

Selain mahasiswa dan pelajar, Adi menyebut, ibu rumah tangga juga menjadi ODHA yang paling tinggi di NTT di dua tahun terakhir.

Baca juga:  Waspada! Akun Palsu Catut Nama Wali Kota Kupang, Janjikan Bantuan Fiktif ke Warga

“Karena sudah sampai di lingkungan masyarakat terkecil yaitu keluarga, sehingga potensi sampai ke anak,” jelasnya.

Kota Kupang Tertinggi

Adi juga menjelaskan, terkait dengan jumlah keseluruhan kasus HIV/AIDS di NTT setiap tahunnya bertambah.

Menurut data, lanjut Adi, selama Januari hingga Oktober 2022 kasus HIV AIDS di NTT tercatat terdapat 548 kasus dengan kasus terbanyak terjadi di Kota Kupang dengan jumlah 120 kasus, diikuti Kabupaten Alor dengan 61 kasus dan Sikka dengan 49 kasus.

Untuk Kota Kupang, lanjut Adi, kebanyakan kelurahan statusnya sudah merah tua atau dengan kasus yang tinggi.

Baca juga:DPRD Kota Kupang Minta Kelurahan Siaga Dibubarkan

“Yang statusnya masih pink itu cuma beberapa kelurahan tidak sampai 10 kelurahan. pink pun itu kasusnya juga tinggi. Kalau merah menuju hitam itu kasusnya sudah lebih dari 20,” sebut Adi.

Baca juga:  Pemkot Kupang Tak Mampu Selesaikan Polemik PMI

Dirinya menyebut Kota Kupang bisa dikatakan darurat HIV/AIDS. Secara keseluruhan ODHA di Kota Kupang saat ini sudah ada lebih dari 1000 kasus.

Pengelola Program KPA Provinsi NTT, Adi Lamury / foto: Gorby Rumung

Ia menjelaskan, khusus untuk Kabupaten Alor terjadi peningkatan yang cukup drastis jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. “Alor yang selama dua tahun terkahir naik tinggi,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut bisa terjadi karena kurangnya perhatian pemerintah daerah dan ketiadaan dana.

Baca juga:Percepat Penangan Stunting, Dinas P2KB Kota Kupang Kerja Sama Dengan Lembaga Agama

“Selain itu juga berbagai macam aspek turut mendukung, seperti, kurangnya edukasi, ketersediaan kondom yang kurang bagi pekerja seks atau yang berperilaku berisiko,” jelasnya.

Baca juga:  DPRD Kota Kupang Bentuk Pansus LKPJ 2025, Kinerja Wali Kota Bakal Dievaluasi

Untuk itu dirinya meminta masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas tes HIV/AIDS agar bisa mengetahui kondisi tubuh.

Berikut daftar jumlah kasus HIV/AIDS di NTT, Januari-Oktober 2022 menurut data KPA NTT:

Kota Kupang: 120
Alor: 61
Sikka: 49
Sumba Barat Daya: 36
Lembata: 36
Manggarai: 31
TTU: 31
TTS: 31
Belu: 30
Flores Timur: 22
Manggarai Barat: 17

Baca juga:Pertamina NTT Pastikan Distribusi Minyak Tanah Kembali Normal

Sumba Timur: 16
Sumba Barat : 16
Sabu Raijua : 12
Ende: 10
Malaka: 8
Ngada: 7
Nagekeo: 4
Manggarai Timur: 3
Sumba Tengah: 3
Kabupaten Kupang: 3
Rote Ndao: 2 ♦gor

Ikuti berita dari EXPONTT.com di Google News

Baca juga:Peringati Hari AIDS Sedunia, KPA NTT Lakukan Tes HIV/AIDS di Pasar Oeba