Sikka  

Kronologi RDP Dewan dan Nakes di Sikka Ricuh, Baju Safari Dirobek

Salah satu anggota DPRD Sikka tidak bisa menahan amarahnya dan membanting dokumen hingga merobek baju safari yang dikenakannya, karena tidak terima pernyataan koleganya di dewan.

EXPONTT.COM – Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) antara anggota DPRD Sikka dengan tenaga kesehatan ( nakes ) setempat berakhir ricuh, Senin 12 Juli 2021 sore.

Dalam RDP tersebut, para nakes di Kabupaten Sikka melakukan aksi protes terhadap salah satu anggota DRPD Sikka, Dicky Raja yang menyebut nakes di daerah tersebut sengaja meng-Covid-kan warga Sikka dan Covid-19 adalah proyek bagi para nakes.

Sempat terjadi adu mulut antara para anggota DPRD sebelum akhirnya salah satu anggota dewan dari Fraksi PAN, Fransiskus Cinde tidak bisa menahan amarahnya hingga merobek baju, membanting dokumen hingga menendang kursi di gedung dewan setempat.

Tidak hanya itu, salah satu anggota dewan di ruang sidang menyatakan Ketua DPRD dengan sebutan tak pantas.

Baca juga: Dinkes Kota Kupang: Vaksinasi Covid-19 di Kota Kupang Sudah Capai 33,38 Persen

Kata-kata tersebut dilontarkan lantaran Ketua DPRD Sikka, Donatus David yang memimpin RDP langsung membacakan rekomendasi dan menutup rapat.

Sikap ini kemudian memicu ketidakpuasan sejumlah anggota dewan yang tidak sempat memberikan pendapat.

Suasana RDP pun berubah ricuh. Beberapa anggota dewan berkali-kali memukul meja.

Fransiskus Cinde pun menyatakan tak puas dengan pernyataan Dicky Raja yang menyebut RS lebih fokus urus Covid karena intensifnya besar.

Baca juga: Cegah Kerumunan, Polda NTT Siapkan Layanan Samsat Delivery Service

“Saya ini suami nakes. Kami tidak makan dari uang insentif Covid,” tegasnya.

Salah satu perwakilan nakes, dr. Asep Purnama menilai, pernyataan Dicky Raja sangat berbahaya mengingat status sang anggota dewan adalah seorang pejabat publik.

Menurutnya, anggota dewan memiliki konstituen yang bisa saja dipercaya masyarakat.

“Kalau dipercaya, akhirnya rakyat tidak mau berobat, karena berobat di rumah sakit akan di-Covid-kan, kredibilitas RS turun, nakes turun, masyarakat tidak mau berobat. Akhirnya apa, kalau dia Covid akan di rumah dan menularkan keluarga dan lingkungannya,” ujarnya.

Baca juga: Anggota DRPD Sikka Ingatkan Nakes Tak Fokus Pasien Covid-19 karena Insentif Menggiurkan

Dia pun menegaskan, bahya protes yang disampaikan itu bukan semata-mata soal kecewa, namun yang paling utamanya kata dia, adalah ancaman kematian kalau ini dipercaya oleh masyakarat.

“Nah ini ancaman rakyat Sikka, makanya kita bersuara mohon fublik figur, tokoh masyarakat menyampaikan informasi yang berbasis ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Sementara anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan, Dicky Raja pun meminta maaf atas pernyataan yang ia kemukakan beberapa waktu lalu.