Opini

Lonceng Kematian PDIP di NTT Sudah Berdentang

Oleh : Plasidus Asis Deornay, SH (Direktur Kajian Hukum dan Politik Lembaga Pemilih Indonesia Jakarta)   Di ranah politik berbagai kemungkinan bisa terjadi. Itu tergantung manuver, baik person politisi maupun partai. Itulah yang terjadi di tubuh PDIP saat ini. Banyak pengamat memprediksi bahwa PDIP akan menghadapi tantangan yang berat dari manuver politiknya dalam pilkada tahun 2018, khusus NTT. Pemilihan Kepala Daerah di NTT akan digelar pada Juni 2018, kurang lebih

Parpol Didesak Tidak Calonkan Elias Djo dan Paul Y Nuwa sebagai Kepala Daerah

Oleh: Siprianus Edi Hardum   KOORDINATOR Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus, meminta seluruh Partai Politik (Parpol) agar tidak mencalonkan Elias Djo dan Paul Y Nuwa Veto untuk Bupati Nagekeo periode 2018 – 2023. Pasalnya, kedua orang ini akan diminta pertanggungjawaban secara pidana atas dugaan korupsi pembelian lahan seluas 1,5 hekatare (ha) untuk pembangunan DPRD Nagekeo serta pembangunan gedung tersebut yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 10,3 triliun. Keduanya juga

NTT Dalam Bayang-bayang Politik Dinasti Pilgub 2018

Oleh : Petrus Selestinus, Koordinator TPDI dan Advokat Perani     Publik NTT harus mewaspadai proses rekrutmen para bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT dalam pilgub 2018, terutama pasangan calon yang berasal dari kader-kader dalam struktur Partai Politik yang sudah dibina puluhan tahun oleh Partainya tetap dimunculkan sebagai bakal calon tetapi yang kelak akan ditampilkan sebagai bakal calon atau calon adalah yang berasal dari politik dinasti, entah sebagai Istri

Sang Penenun, Patung Asli Flores 14 Abad ini Ada di Museum Australia

SANG Penenun, nama patung perunggu itu menunjukkan seorang ibu yang sedang menyusui anaknya dengan alat tenun di pangkuannya. Patung ini berusia 14 abad, namun sayang, kini teronggok di National Gallery of Australia (NGA). Bagaimana bisa? Seperti dijelaskan oleh Atase Budaya dan Pendidikan KBRI Australia, Prof. Ronny Rachman Noor dalam artikel tertulisnya yang dikirimkan ke detikcom, Jumat (10/10/2014), patung itu berpindah ke tangan NGA pada tahun 2006. Pihak NGA membelinya dari

Hentikan kekerasan dan kebencian

Oleh : H. A. Djamal Humris Mantan Ketua MUI Kabupaten Ende Kondisi Sosial Kemasyarakatan di tanah air dewasa ini sangat memperhatinkan, yang ditandai munculnya fenomena kekerasan dan radikalisme oleh segelintir anak bangsa, yang membuat ketidak nyamanan masyarakat yang cinta damai. Kondisi ini mesti menggugah kesadaran kolektif masyarakat untuk segera diakhiri. Semua elemen bangsa mesti kembali menghadirkan rasa damai dan persatuan dengan mengedepankan kerukunan sebagai warga bangsa yang beradab dan menjauhi

Pilkada dan Janji Politik

Oleh: Inosentius Mansur Seorang imam, tinggal di Seminari Ritapiret-Maumere Pilkada dan dusta ibarat saudara kembar. Tiada Pilkada tanpa dusta, demikian kata pengamat politik J. Kristiadi dalam ulasannya “Meredam Dusta dalam Pilkada” di Harian Kompas, 4 Oktober 2016. Tentu saja, dia tidak asal bicara. Menjelang Pilkada, muslihat dan dusta politik disulap menjadi kata-kata manis. Dia bagai penyedap rasa dan pemanis masakan. Ada janji tentang hidup baik, ada janji tentang pendidikan gratis,

Kapan Merdeka ?

Agustus identik dengan kebebasan dan kemerdekaan. Setiap 17 Agustus, sejak 1945, Pemerintah Indonesia dan rakyatnya merayakan peringatan Hari Proklamasi kemerdekaan oleh Sang Proklamator Soekarno dan Bung Hatta. Rentangan waktu 17 Agustus 1945-17 Agustus 2015 terbilang lama. Ibarat manusia, usianya sudah terbilang tua, 70 tahun. Jika usia sudah tua, artinya tata kehidupan berbangsa dan bernegara pun sudah mapan. Pemimpin Indonesia seharusnya lebih bijak bestari. Kenyataannya tidak sesuai harapan para pendahulu, yang

Jeritan Anak dan Tragedi 'Kekuatan'

Oleh Louis Jawa Ketua Forum Persaudaraan Pendidik (F2P) Manggarai Media massa kini gencar memberitakan kepedulian akan anak-anak yang menjadi korban kekerasan. Kematian putri cilik Angelin menjadi tiang ingatan yang tiada henti-hentinya diserukan dan digaungkan, betapa anak-anak mestinya dicintai dan dilindungi, dan bukan sebaliknya dijadikan budak atau barang mainan yang dapat dengan seenaknya dibantai. Angelin menjadi simbol perlawanan anak pada kebisuan dan kemapanan kekuasaan orang-orang dewasa yang salah kaprah. Kekuatan fisik